Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan bahwa isu kesehatan dan psikologi anak harus menjadi perhatian bersama usai adanya kasus siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bunuh diri karena tak bisa membeli buku dan alat tulis untuk belajar di sekolah.
"Kasus kematian anak di Kabupaten Ngada tersebut tentunya merupakan duka yang cukup memilukan dan harus menjadi pembelajaran,” kata Puan di Jakarta, Rabu.
Dia pun menilai kebutuhan dasar anak yang tidak mampu terpenuhi ini menjadi sebuah teguran bagi negara. Menurut dia, program pendidikan dari Pemerintah tak cukup hanya dengan memberikan layanan sekolah gratis, sebab kebutuhan penunjang sekolah seperti alat tulis bisa menjadi persoalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Program-program pendidikan terutama beasiswa dan bantuan pendidikan harus bisa mengatasi persoalan ini,” kata dia.
Selain itu, menurut dia, sekolah harus bisa memetakan latar belakang seluruh anak didiknya, dan memastikan setiap kebutuhan pendidikan dapat diberikan. Pendidikan yang baik, kata Puan, harus mampu memberikan ruang nyaman bagi anak saat belajar, dengan memperhatikan personal dan ekonomi siswanya.
Menurut dia, kasus di NTT menjadi satu contoh lagi betapa psikologi anak dapat berpengaruh terhadap karakter dan keputusan mereka. Dia pun berharap meninggalnya anak SD di NTT itu dapat menjadi pembelajaran untuk semua pihak, terutama bagi Pemerintah dalam hal program dan sistem pendidikan nasional.
“Peristiwa ini harus menjadi titik balik untuk mengevaluasi sistem pendidikan yang ramah anak dan mampu menjaga kesehatan anak didik secara menyeluruh termasuk kesehatan mental dan psikologi,” katanya.
Baca juga: DPR soroti pagar laut hingga perundungan
Baca juga: Perlu ada pedoman khusus atasi perundungan di sekolah
Dia juga meminta pemerintah untuk lebih menjangkau masyarakat di daerah untuk program-program bantuan sosial. Ia menyatakan kepedulian sosial di lingkungan sekolah harus jadi satu peta jalan dalam sistem pendidikan.
“Kita perlu lihat persoalan di Ngada secara jauh lagi, kasus ini muncul karena kemiskinan, sehingga negara harus menghilangkan akar masalah kemiskinan,” katanya.
Oleh karena itu, Puan mendorong agar program pendidikan diselaraskan dengan program-program bantuan sosial karena saling berkesinambungan. Program-program pemerintah, kata dia, harus diarahkan untuk mengatasi persoalan mendasar dalam kasus ini, yaitu kemiskinan.
“Jangan sampai ada nyawa generasi muda Indonesia yang hilang lagi, hanya karena merasa tertekan karena tidak mampu membeli buku dan pulpen,” ujar Puan Maharani.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Puan sebut psikologis anak harus jadi perhatian usai ada kasus di NTT
Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026