Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendistribusikan sebanyak 100 lembar geobag kepada warga terdampak banjir rob di Kelurahan Bintaro, Ampenan, yang terjadi sekitar pukul 24.30 WITA, Jumat.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Akhmad Muzaki di Mataram, Jumat mengatakan, banjir rob tersebut terjadi akibat gelombang pasang dengan ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter.  

"Dampak banjir rob terjadi hingga 10 meter dari bibir pantai, sehingga masuk ke permukiman warga di pesisir," katanya.

Namun demikian, lanjutnya, sejauh ini belum ada laporan warga yang terdampak dan butuh dievakuasi. Untuk memastikan hal tersebut, tim dari BPBD Kota Mataram sudah diturunkan untuk terus memantau dan melaporkan kondisi di lapangan. 

"Kami juga sudah meminta data dari lurah dan kecamatan terhadap warga yang terdampak," katanya.

Sebagai langkah cepat upaya pencegahan, BPBD telah mendistribusikan 100 lembar geobag yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat, untuk kemudian isi dengan pasir sebagai tanggul sementara. 

Pengisian geobag itu sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram agar dapat menggunakan alat berat.

"Dengan demikian, tanggul sementara bisa segera rampung dan dapat meminimalkan dampak banjir rob susulan," katanya. 

Untuk kesiapan geobag, BPBD saat ini masih punya stok sekitar 200 lembar dan untuk antisipasi peningkatan kebutuhan, pihaknya segera usulkan penambahan ke pemerintah pusat.

Di sisi lain, Muzakir mengimbau masyarakat agar terus waspada di peralihan panas ke musim hujan guna menghindari berbagai dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin puting beliung, gelombang pasang, dan longsor selama musim hujan.

Dengan melakukan mitigasi bencana, katanya, seperti menjaga kebersihan saluran air, memeriksa kondisi rumah dan pohon, serta meningkatkan kesiapsiagaan melalui edukasi dan simulasi, untuk menghindari dampak seperti banjir, tanah longsor, dan potensi bencana lainnya.

"Partisipasi masyarakat menjaga lingkungan masing-masing sangat penting guna meminimalkan dampak bencana," katanya.


Pewarta : Nirkomala
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026