Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat, melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menyiapkan layanan administrasi kependudukan (adminduk) keliling bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi.
"Layanan adminduk bagi korban bencana hidrometeorologi, kami targetkan mulai akhir pekan ini," kata Kepala Disdukcapil Kota Mataram H Mansur di Mataram, Selasa.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram menyebutkan warga terdampak bencana hidrometeorologi berupa gelombang pasang, banjir, rob, angin puting beliung, pohon tumbang, dan banjir karena luapan Sungai Jangkuk pada Kamis (22/1-2026), mencapai sekitar 1.000 jiwa.
Warga terdampak itu sebagian besar berada di kampung nelayan Bintaro, Kecamatan Ampenan, kemudian di Kecamatan Selaparang yakni di Kelurahan Dasan Agung dan Sayang-Sayang, yang berdasarkan laporan warga banyak kehilangan dokumen kependudukan.
Baca juga: Banjir rob terjang Ampenan, Pemprov NTB dan Pemkot Mataram siapkan relokasi warga
Terkait dengan itu, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan layanan penerbitan adminduk bagi korban bencana hidrometeorologi serta berkoordinasi dengan aparat kelurahan dan lingkungan masing-masing.
"Sistemnya sama seperti layanan bencana banjir saat meluapnya Kali Ancar pada 1 Juli 2025," katanya.
Layanan penerbitan adminduk bagi korban bencana hidrometeorologi diberikan secara gratis dengan menggunakan mobil layanan keliling.
Baca juga: Lumpur pascabanjir menumpuk, Damkar Mataram turun bersihkan jalan
Petugas Dukcapil Kota Mataram akan datang langsung ke lokasi terdekat dari para korban untuk memberikan layanan adminduk, baik itu berapa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), dan dokumen lainnya.
"Jika tidak ada kendala, dokumen kependudukan korban bencana bisa langsung jadi," katanya.
Di sisi lain, tambah Mansur, layanan adminduk yang dibuka untuk korban bencana hidrometeorologi dibuka juga untuk masyarakat umum lainnya yang membutuhkan kelengkapan adminduk.
"Kami datang, buka layanan adminduk di lokasi bencana tidak hanya untuk korban tapi masyarakat lain juga silakan," katanya.
Baca juga: Antisipasi banjir susulan, Kayu tumbang di Sungai Jangkuk Mataram diangkat
Baca juga: Banjir Mataram, Dinkes turunkan tim gerak cepat cek kesehatan warga