Banjir Mataram, Dinkes turunkan tim gerak cepat cek kesehatan warga

id Dinas Kesehatan,Kota Mataram,tim gerak cepat,banjir

Banjir Mataram, Dinkes turunkan tim gerak cepat cek kesehatan warga

Tim Gerak Cepat (TGC) dari Puskemas Dasan Agung, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, turun untuk mengecek kondisi warga yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Jangkuk di Kelurahan Dasan Agung, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Nirkomala.

Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menurunkan Tim Gerak Cepat (TGC) dari puskesmas untuk melakukan pengecekan kesehatan terhadap warga yang terdampak banjir.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Emirald Isfihan, di Mataram, Jumat, mengatakan TGC disiagakan untuk jemput bola melayani warga yang terdampak bencana banjir, genangan, angin kencang, dan lainnya.

"TGC merupakan petugas dari puskesmas yang siaga 24 jam. Jika ada laporan warga yang butuh dilayani di rumah, petugas kami siap turun," katanya.

Pada hari ini, TGC dari Puskesmas Dasan Agung sudah langsung turun ke sejumlah rumah warga di Kelurahan Dasan Agung yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Jangkuk pada Kamis (22/1) sekitar pukul 22.30 WITA.

Baca juga: Luapan Sungai Jangkuk Mataram terjang permukiman, BPBD turun data rumah warga

Sementara untuk di wilayah lainnya, seperti di Kelurahan Pejeruk, Kebon Lelang dan di wilayah Sayang-Sayang dilakukan oleh puskesmas masing-masing wilayah.

"Kami pastikan petugas kami ada di tengah warga yang membutuhkan," katanya.

Ia mengatakan, untuk kesiapsiagaan layanan kesehatan selama cuaca ekstrem, sudah dilakukan rapat koordinasi dengan 11 kepala puskesmas se-Kota Mataram.

Para kepala puskesmas berkomitmen untuk siaga memberikan layanan 24 jam di masing-masing puskesmas, dan siap menurunkan petugas apabila dibutuhkan.

Baca juga: Cuaca ekstrem, Banjir dan angin kencang landa sejumlah daerah di NTB

Oleh karena itu, peran aparat lingkungan, kelurahan, dan kecamatan sangat penting untuk menginformasikan ke Dinas Kesehatan ketika ada warganya membutuhkan layanan kesehatan langsung ke lokasi.

"Kami berharap masyarakat juga aktif melakukan pemeriksaan kesehatan ketika mengalami gangguan kesehatan akibat perubahan cuaca," katanya.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perubahan cuaca berupa hujan deras disertai petir, angin kencang, dan gelombang tinggi, yang melanda wilayah Kota Mataram selama dua hari terakhir ini akan berlangsung sampai 26 Januari 2026.

Baca juga: Ketika sungai menagih jawaban

Asisten I Setda Kota Mataram H Lalu Martawang sebelumnya mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem untuk meminimalkan potensi kerugian akibat anomali cuaca yang diprediksi berlangsung sampai tanggal 26 Januari 2026.

Khusus untuk warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) agar tetap memperhatikan ketinggian air dan meminta anak-anak tidak bermain di sungai guna mengantisipasi datangnya air secara tiba-tiba yang dapat mencederai bahkan membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa.

Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dan perjalanan agar mewaspadai angin kencang yang berpotensi pohon tumbang dan lainnya.

"Bersama kita bisa mewaspadai dan meminimalkan potensi kerugian akibat anomali cuaca," katanya,

Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Banjir NTB dan sungai yang menagih jawaban

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.