puluhan Migran hilang di lepas pantai Spanyol
Kamis, 20 Juni 2019 9:30 WIB
Ilustrasi - Seorang penyelamat asal organisasi kemanusiaan Jerman, Sea-Watch, mendekap jenazah bayi migran, di lepas pantai Libya. (Christian Buettner/Eikon Nord GmbH Germany/Reuters)
Mataram (ANTARA) - Dinas penyelamatan Spanyol masih mencari sedikitnya 20 migran yang hilang tapi kapal mereka ditemukan hanyut di Laut Tengah, setelah sebuah kapal penumpang menyelamatkan 27 orang lainnya yang masih berada di kapal tersebut, Rabu.
Jumlah migran yang tiba di Eropa melalui jalur laut tahun ini semakin turun lantaran Uni Eropa semakin memusatkan perhatian pada pemantauan perbatasan. Jumlah tersebut terus berkurang sejak 2015.
Dinas penyelamatan melaporkan kapal migran dengan 49 penumpang dilaporkan hilang pada Selasa, setelah berangkat dari lepas pantai timur laut Maroko. Kapal penumpang menemukan kapal migran tersebut pada Rabu. Pihaknya berhasil menyelamatkan 27 orang, enam di antaranya dievakuasi menggunakan helikopter.
Menurut data PBB, kedatangan melalui jalur laut secara ilegal dari Timur Tengah dan Afrika Utara menurun dari lebih dari satu juta pada 2015 menjadi 140.000 orang pada tahun lalu. Kurang dari 23.000 pengungsi dan migran menyeberangi laut untuk tiba di Eropa sepanjang tahun ini.
Kelompok HAM Dewan Eropa pekan ini mengatakan Uni Eropa melanggar hukum internasional dengan sikapnya yang semakin ketat terhadap migrasi. Pihaknya juga meminta agar blok tersebut meningkatkan penyelamatan laut.
Jumlah migran yang tiba di Eropa melalui jalur laut tahun ini semakin turun lantaran Uni Eropa semakin memusatkan perhatian pada pemantauan perbatasan. Jumlah tersebut terus berkurang sejak 2015.
Dinas penyelamatan melaporkan kapal migran dengan 49 penumpang dilaporkan hilang pada Selasa, setelah berangkat dari lepas pantai timur laut Maroko. Kapal penumpang menemukan kapal migran tersebut pada Rabu. Pihaknya berhasil menyelamatkan 27 orang, enam di antaranya dievakuasi menggunakan helikopter.
Menurut data PBB, kedatangan melalui jalur laut secara ilegal dari Timur Tengah dan Afrika Utara menurun dari lebih dari satu juta pada 2015 menjadi 140.000 orang pada tahun lalu. Kurang dari 23.000 pengungsi dan migran menyeberangi laut untuk tiba di Eropa sepanjang tahun ini.
Kelompok HAM Dewan Eropa pekan ini mengatakan Uni Eropa melanggar hukum internasional dengan sikapnya yang semakin ketat terhadap migrasi. Pihaknya juga meminta agar blok tersebut meningkatkan penyelamatan laut.
Pewarta : Antara
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jenazah Juwono Sudarsono mantan Menhan Era Gus Dur-SBY disemayamkan di Kemhan
29 March 2026 10:00 WIB
Longsor Cisarua: Tim SAR evakuasi 29 jenazah, Puluhan korban masih tertimbun
27 January 2026 12:15 WIB
Tragis di Sekotong: Jenazah hangus di tumpukan sampah ternyata ibu, dibunuh anak kandung
27 January 2026 10:02 WIB
Polisi selidiki temuan jenazah hangus di pinggir jalan Sekotong Lombok Barat
26 January 2026 15:12 WIB
Jenazah di Pantai Gading Mataram teridentifikasi korban hanyut Sungai Melau
22 January 2026 18:48 WIB