"Kalau tenaga uap itu, butuh waktu lama untuk mulai lagi kalau sudah dingin karena mati, paling tidak butuh 8 jam untuk bisa hasilkan uapnya," kata Plt Dirut PLN Sripeni Inten di Jakarta, Senin.
Sripeni menjelaskan PLTU Suralaya sempat tidak aktif akibat lepasnya pasokan listrik dan hal tersebut sebabkan proses cold start atau memanaskan lagi mesin dengan waktu lama.
Sedangkan PLTU Suralaya harus mengirimkan pasokan sebesar 2.800 MW untuk kawasan Jawa Barat dan Banten. Ia menjelaskan sore kemarin, Minggu (4/8) baru unit tiga yang mendapat pasokan listrik dan dapat difungsikan.
Saat ini PLN menargetkan hari ini, Senin, akan dapat tersalurkan semua transmisi listrik pada malam hari. "Kami upayakan malam ini semua dapat tersalurkan semua, kami sedang memangkas waktu untuk lebih cepat," kata Sripeni.
Presiden Joko Widodo meminta PT PLN (Persero) untuk segera membenahi gangguan aliran listrik dan memiliki kalkulasi yang benar agar pemadaman listrik tidak terulang lagi dan tidak merugikan masyarakat.
"Saya minta tidak terulang lagi, itu saja," kata Presiden setelah menerima penjelasan dari Plt Dirut PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin.
Presiden mendatangi kantor pusat PT PLN (Persero) untuk mengetahui langsung penyebab padamnya listrik di sebagian Jawa Minggu (4/8).
PLN berupaya listrik normal semua malam ini
Senin, 5 Agustus 2019 10:59 WIB
Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani di Gandul, Depok, Jawa Barat pada Minggu (4/8). (ANTARA/Aji Cakti)
Mataram (ANTARA) - Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengklaim bahwa lambatnya penanganan atas pemadaman listrik wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah merupakan dampak dari karakteristik pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Pewarta : Antara
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Dompu gandeng RSUP NTB tingkatkan akses layanan kesehatan warga miskin
11 February 2026 19:26 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Bank Indonesia promosikan efisiensi transaksi keuangan lintas negara di China
11 March 2026 6:20 WIB