Kemendikbud mulai program digitalisasi sekolah dari daerah 3T
Selasa, 17 September 2019 21:28 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy memberikan keterangan pers di Perpustakaan Kemendikbud, Jakarta Pusat, Selasa (17/9) (ANTARA/Prisca Triferna)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memulai program Digitalisasi Sekolah dari daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Indonesia untuk mewujudkan kemerataan.
"Sesuai dengan visi bapak Presiden yaitu membangun dari pinggiran maka kita mulai dari pinggir, dan nanti semakin ke tengah. Sehingga kita mulai dari yang paling tertinggal," ungkap Mendikbud Muhadjir Effendy dalam konferensi pers Digitalisasi Sekolah di Perpustakaan Kemendikbud di Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa.
Program Digitalisasi Sekolah adalah terobosan baru Kemendikbud memanfaatkan perkembangan teknologi untuk membantu siswa dan guru dalam proses belajar dan mengajar.
Peluncuran resmi program itu sendiri akan dilakukan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau pada Rabu (18/9) ditandai dengan pembagian gawai tablet kepada 1.142 siswa di daerah tersebut, yang merupakan kepulauan paling utara di Selat Karimata.
Menurut Mendikbud Muhadjir, Kemendikbud siap meluncurkan platform digital setelah selesai mempersiapkan platform digital Rumah Belajar untuk mendukung proses pembelajaran menggunakan gawai.
Penyediaan gawai seperti tablet dan komputer sendiri akan dilakukan secara bertahap hingga mampu mencapai 36.281 sekolah pada 2019.
Menurutnya, gawai tablet akan diberikan kepada sekolah-sekolah setelah memastikan mumpuni akan akses internet dan listrik.
Penganggaran gawai tablet dan peralatan komputer lainnya itu diambil dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja yang memang mengicar daerah 3T.
Menurut Mendikbud Muhadjir, program Digitalisasi Sekolah sendiri adalah salah satu bentuk usaha untuk menghilangkan kesenjangan dan mencapai pemerataan pendidikan.
Lewat program itu, daerah-daerah 3T akan berusaha dinaikkan kualitas bahan pembelajarannya sehingga bisa sejajar atau setidaknya mendekati wilayah yang memiliki akses bahan pelajaran yang lebih bagus.
"Saya yakin dengan digitalisasi ini semua hambatan akibat kesenjangan struktural dan spasial akan bisa diselesaikan dengan digitalisasi ini," ungkap Mendikbud Muhadjir.
Kesenjangan struktur yang dimaksud adalah akibat aturan dan spasial adalah karena wilayah, ungkap Mendikbud.
"Sesuai dengan visi bapak Presiden yaitu membangun dari pinggiran maka kita mulai dari pinggir, dan nanti semakin ke tengah. Sehingga kita mulai dari yang paling tertinggal," ungkap Mendikbud Muhadjir Effendy dalam konferensi pers Digitalisasi Sekolah di Perpustakaan Kemendikbud di Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa.
Program Digitalisasi Sekolah adalah terobosan baru Kemendikbud memanfaatkan perkembangan teknologi untuk membantu siswa dan guru dalam proses belajar dan mengajar.
Peluncuran resmi program itu sendiri akan dilakukan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau pada Rabu (18/9) ditandai dengan pembagian gawai tablet kepada 1.142 siswa di daerah tersebut, yang merupakan kepulauan paling utara di Selat Karimata.
Menurut Mendikbud Muhadjir, Kemendikbud siap meluncurkan platform digital setelah selesai mempersiapkan platform digital Rumah Belajar untuk mendukung proses pembelajaran menggunakan gawai.
Penyediaan gawai seperti tablet dan komputer sendiri akan dilakukan secara bertahap hingga mampu mencapai 36.281 sekolah pada 2019.
Menurutnya, gawai tablet akan diberikan kepada sekolah-sekolah setelah memastikan mumpuni akan akses internet dan listrik.
Penganggaran gawai tablet dan peralatan komputer lainnya itu diambil dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja yang memang mengicar daerah 3T.
Menurut Mendikbud Muhadjir, program Digitalisasi Sekolah sendiri adalah salah satu bentuk usaha untuk menghilangkan kesenjangan dan mencapai pemerataan pendidikan.
Lewat program itu, daerah-daerah 3T akan berusaha dinaikkan kualitas bahan pembelajarannya sehingga bisa sejajar atau setidaknya mendekati wilayah yang memiliki akses bahan pelajaran yang lebih bagus.
"Saya yakin dengan digitalisasi ini semua hambatan akibat kesenjangan struktural dan spasial akan bisa diselesaikan dengan digitalisasi ini," ungkap Mendikbud Muhadjir.
Kesenjangan struktur yang dimaksud adalah akibat aturan dan spasial adalah karena wilayah, ungkap Mendikbud.
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor : Masnun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Muhadjir Effendy jadi komisaris utama BSI, Berikut daftar direksi dan komisaris baru BSI
17 May 2025 11:14 WIB
Jokowi menunjuk Muhadjir dan Airlangga menjadi Plt Mendes PDTT dan Menaker
01 October 2024 7:41 WIB, 2024
Presiden Jokowi tunjuk Muhadjir Effendy sebagai Plt Menteri Sosial
06 September 2024 12:02 WIB, 2024
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
PLN NTB Dorong Literasi Kesehatan Anak Lewat Kolaborasi Mahasiswa Internasional
30 November 2025 23:16 WIB
Seni bercerita penting bagi komunikasi anak dan orang tua, kata Raffi Ahmad
16 November 2025 14:51 WIB