Tiga gajah sumatera yang masuk kebun dikembalikan ke habitatnya
Jumat, 4 Oktober 2019 13:03 WIB
Upaya penyelamatan gajah sumatera yang keluar dari habitatnya di kawasan hutan Bukit Tigapuluh Jambi. (HO BKSDA Jambi)
Jambi (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi sudah memasukkan kembali tiga gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang masuk ke area perkebunan warga ke habitat mereka.
Kepala BKSDA Provinsi Jambi Rahmad Saleh di Jambi, Jumat, mengatakan bahwa selama Mei sampai September 2019 ada tiga gajah jantan muda yang dalam masa dispersal keluar dari habitatnya di Kecamatan Tebo Ilir dan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Tebo, dan berkeliaran di area perkebunan warga di wilayah Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari.
Bekerja sama dengan instansi terkait dan komunitas konservasi, BKSDA Jambi akhir September lalu memasukkan kembali ketiga gajah sumatera itu ke habitat mereka di kawasan hutan Bukit Tiga Puluh di Kabupaten Tebo, tempat 90 sampai 120 gajah sumatera tinggal.
Upaya evakuasi dan pengembalian gajah ke habitat itu juga melibatkan beberapa pengendali dan tujuh pawang gajah dari Balai Besar KSDA Riau.
Pada 27 September 2019, tim melacak keberadaan tiga gajah jantan tersebut dan mendapati mereka berada di kawasan Desa Sengkati Baru, Mersam. Pada 28 September 2019, tim berhasil membius ketiga gajah itu.
Gajah liar yang sudah dibius kemudian dibawa ke lokasi truk angkut dengan bantuan tiga gajah didampingi pawang.
Pada 29 September 2019, sekitar pukul 01.00 WIB, ketiga gajah liar tersebut dibawa dari Desa Sengkati Baru ke kawasan Restorasi Ekosistem PT ABT Kabupaten Tebo untuk dilepasliarkan ke habitatnya.
Hari itu, sekitar pukul 10.00 WIB, setelah gajah paling besar dipasangi kalung GPS, ketiga gajah jantan itu dilepasliarkan. Tim selanjutnya akan memantau pergerakan gajah sumatera jantan itu.
Kepala BKSDA Provinsi Jambi Rahmad Saleh di Jambi, Jumat, mengatakan bahwa selama Mei sampai September 2019 ada tiga gajah jantan muda yang dalam masa dispersal keluar dari habitatnya di Kecamatan Tebo Ilir dan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Tebo, dan berkeliaran di area perkebunan warga di wilayah Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari.
Bekerja sama dengan instansi terkait dan komunitas konservasi, BKSDA Jambi akhir September lalu memasukkan kembali ketiga gajah sumatera itu ke habitat mereka di kawasan hutan Bukit Tiga Puluh di Kabupaten Tebo, tempat 90 sampai 120 gajah sumatera tinggal.
Upaya evakuasi dan pengembalian gajah ke habitat itu juga melibatkan beberapa pengendali dan tujuh pawang gajah dari Balai Besar KSDA Riau.
Pada 27 September 2019, tim melacak keberadaan tiga gajah jantan tersebut dan mendapati mereka berada di kawasan Desa Sengkati Baru, Mersam. Pada 28 September 2019, tim berhasil membius ketiga gajah itu.
Gajah liar yang sudah dibius kemudian dibawa ke lokasi truk angkut dengan bantuan tiga gajah didampingi pawang.
Pada 29 September 2019, sekitar pukul 01.00 WIB, ketiga gajah liar tersebut dibawa dari Desa Sengkati Baru ke kawasan Restorasi Ekosistem PT ABT Kabupaten Tebo untuk dilepasliarkan ke habitatnya.
Hari itu, sekitar pukul 10.00 WIB, setelah gajah paling besar dipasangi kalung GPS, ketiga gajah jantan itu dilepasliarkan. Tim selanjutnya akan memantau pergerakan gajah sumatera jantan itu.
Pewarta : Nanang Mairiadi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menbud Fadli Zon membuka "Rendang untuk Sumatera", salurkan 17.000 paket rendang
02 March 2026 8:11 WIB
BNPB imengintensifkan pembersihan lahan pertanian Aceh dari kayu dan lumpur
23 February 2026 5:49 WIB
Terpopuler - Lingkungan
Lihat Juga
FKIJK NTB dan MIM Foundation salurkan genset bagi penyintas banjir di Aceh
02 January 2026 15:01 WIB
Gunung Semeru hari ini alami 16 kali erupsi, tinggi letusan capai 1.100 meter
03 December 2025 10:28 WIB
Sembilan orang terseret banjir bandang di Agam, Sumatera Barat masih dalam pencarian
28 November 2025 13:35 WIB
BMKG prediksikan puncak musim hujan di Sulteng September hingga April 2026
16 September 2025 15:52 WIB