Mapala Indonesia melakukan gerakan "Save Meratus"
Selasa, 22 Oktober 2019 22:10 WIB
Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina saat menjadi pembicara dalam pertamuan Mapala Indonesia di Banjarmasin, Kalsel, Selasa (22/10/2019). (FOTO ANTARA/Hasan Zainuddin)
Banjarmasin (ANTARA) - Mahasiswa pecinta alam (Mapala) se-Indonesia melakukan gerakan "Save Meratus" sebagai upaya penyelamatan sumber daya alam di Kalimantan Selatan dari upaya penjarahan maupun pertambangan.
Memulai gerakan tersebut, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina memberikan materi dalam kegiatan Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) XXXI yang diselenggarakan di Auditorium Mastur Jahri, Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Selasa .
Pada kesempatan tersebut, Ibnu menyampaikan rasa syukur karena bisa berada di tengah-tengah Mapala se-Indonesia, dalam suasana penuh keakraban dengan spirit yang sama, untuk menyatukan langkah menyelamatkan sumber daya alam.
Menurut dia, penyelamatan sumber daya alam tersebut, demi kelestarian dan juga masa depan umat manusia khusnya di Provinsi Kalimantan selatan.
Ia berpesan, komitmen untuk menyelamatkan bumi, harus diikuti oleh langkah-langkah kecil yang harus terus dilakukan, sehingga suatu saat menjadi gelombang besar yang akan menjadi sebuah gerakan bersama.
"Oleh karena itu, ketika kita menjadi seorang pecinta alam, saya yakin dan percaya kita bersahabat dengan bumi. Boleh nikmati suasana dan keindahanya, tapi jangan sampai mengambil sesuatu yang tidak diperkenankan," katanya.
Ibnu Sina yang didaulat menjadi pembicara utama dalam acara tersebut juga berpesan, peserta boleh meninggalkan jejak kaki dalam setiap langkah-langkah pecinta alam, akan tetapi jangan meninggalkan sampah di hutan-hutan.
"Mudah-mudahan kawan semua dalam keadaan sehat, nikmati suasana Kalsel dan kita selamatkan Meratus kita. Dari sini kita akan menghasilkan sebuah komitmen untuk menyelamatkan bumi kita, menyelamatkan meratus kita dan menyelamatkan dunia ini," katanya.
Kegiatan ini tidak hanya dihadiri Mapala yang ada di Kota Banjarmasin, akan tetapi juga dihadiri Mapala dari luar daerah di Indonesia, untuk datang ke Kalimantan Selatan.
Memulai gerakan tersebut, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina memberikan materi dalam kegiatan Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) XXXI yang diselenggarakan di Auditorium Mastur Jahri, Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Selasa .
Pada kesempatan tersebut, Ibnu menyampaikan rasa syukur karena bisa berada di tengah-tengah Mapala se-Indonesia, dalam suasana penuh keakraban dengan spirit yang sama, untuk menyatukan langkah menyelamatkan sumber daya alam.
Menurut dia, penyelamatan sumber daya alam tersebut, demi kelestarian dan juga masa depan umat manusia khusnya di Provinsi Kalimantan selatan.
Ia berpesan, komitmen untuk menyelamatkan bumi, harus diikuti oleh langkah-langkah kecil yang harus terus dilakukan, sehingga suatu saat menjadi gelombang besar yang akan menjadi sebuah gerakan bersama.
"Oleh karena itu, ketika kita menjadi seorang pecinta alam, saya yakin dan percaya kita bersahabat dengan bumi. Boleh nikmati suasana dan keindahanya, tapi jangan sampai mengambil sesuatu yang tidak diperkenankan," katanya.
Ibnu Sina yang didaulat menjadi pembicara utama dalam acara tersebut juga berpesan, peserta boleh meninggalkan jejak kaki dalam setiap langkah-langkah pecinta alam, akan tetapi jangan meninggalkan sampah di hutan-hutan.
"Mudah-mudahan kawan semua dalam keadaan sehat, nikmati suasana Kalsel dan kita selamatkan Meratus kita. Dari sini kita akan menghasilkan sebuah komitmen untuk menyelamatkan bumi kita, menyelamatkan meratus kita dan menyelamatkan dunia ini," katanya.
Kegiatan ini tidak hanya dihadiri Mapala yang ada di Kota Banjarmasin, akan tetapi juga dihadiri Mapala dari luar daerah di Indonesia, untuk datang ke Kalimantan Selatan.
Pewarta : Ulul Maskuriah/Hasan Zainuddin
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Studi Save the Children Indonesia: satu sampai dua anak di NTB dinikahkan setiap hari
27 January 2023 17:53 WIB, 2023
Terpopuler - Lingkungan
Lihat Juga
FKIJK NTB dan MIM Foundation salurkan genset bagi penyintas banjir di Aceh
02 January 2026 15:01 WIB
Gunung Semeru hari ini alami 16 kali erupsi, tinggi letusan capai 1.100 meter
03 December 2025 10:28 WIB
Sembilan orang terseret banjir bandang di Agam, Sumatera Barat masih dalam pencarian
28 November 2025 13:35 WIB
BMKG prediksikan puncak musim hujan di Sulteng September hingga April 2026
16 September 2025 15:52 WIB