Mataram, 30/5 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat  memprogramkan terbentuknya 910 unit perpustakaan baru sampai akhir tahun 2013, guna memacu minat baca terutama di kalangan generasi muda penerus bangsa.

   "Tahun ini kami programkan 200 unit perpustakaan baru yang dibentuk di rumah ibadah dan 150 unit perpustakaan di desa," kata Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi NTB, Siti Ratnawati, di Mataram, Minggu.

   Ia mengatakan, lebih dari 500 unit perpustakaan baru lainnya diupayakan dibangun di tahun 2011, 2012 dan 2013 sehingga akan terbangun sedikitnya 910 unit perpustakaan.

   Jika terealisasi sesuai rencana maka akan terjadi peningkatan kunjungan ke perpustakaan secara signifikan.

   "Tahun 2010 misalnya diperkirakan meningkat menjadi sekitar 720 ribu orang dari 579.777 orang yang tercatat di tahun 2009," ujarnya.

   Menurut Ratnawati, jumlah kunjungan ke perpustakaan selama tahun 2009 itu baru 57 persen dari target satu juta orang kunjungan pada tahun 2013.

   Program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan di tahun 2009 itu didukung anggaran sebesar Rp9,33 miliar lebih.

   Dia mengakui, semakin banyak perpustakaan akan semakin memotivasi generasi muda penerus bangsa untuk membaca, dan upaya itu sinkron dengan program unggulan Gubernur NTB KH. M. Zainul Majdi, yakni buta aksara nol (aksano).    
Karena itu, pihaknya akan terus berupaya agar jumlah perpustakaan di wilayah NTB sesuai kebutuhan, sehingga selain memperbanyak perpustakaan tetap di berbagai lokasi juga diupayakan penambahan perpustakaan keliling.

   Untuk Pulau Lombok, selain mengandalkan perpustakaan induk yang terletak di Jalan Majapahit Kota Mataram, juga perpustakaan di Narmada, Kabupaten Lombok Barat dan taman bacaan di Jalan Udayana.

   Sementara di Pulau Sumbawa, telah ada perpustakaan keliling yang umumnya terpusat di 100 titik pelayanan baca dan pinjam.

   Selain itu, Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi NTB juga terus menerapkan program inovasi yang bersifat memacu minat baca masyarakat NTB.

   Pada tahun anggaran 2008, lembaga itu menerapkan program buku masuk desa yang bertujuan memacu masyarakat desa untuk membaca atau mengenali buku bacaan bagi komunitas buta aksara.

   Tahun 2009 diprogramkan arsip masuk desa, agar masyarakat desa pun mengetahui bentuk dan jenis arsip pemerintah.

   Kini, diterapkan program kolaborasi perpustakaan dengan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di sejumlah kecamatan di wilayah NTB.

   Puskesmas dimaksud dilengkapi perpustakaan agar pasien atau sanak keluarga pasien yang berkunjung ke institusi medis itu dapat mengisi waktu luang untuk membaca.(*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026