Mataram, 2/6 (ANTARA) - Persentase kelulusan Ujian Nasional (UN) sekolah menengah kejuruan (SMK) di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 99,67 persen atau melampaui target yang ditentukan yakni sebesar 86,00 persen.
"Jumlah siswa SMK di NTB yang tak lulus Ujian Nasional (UN) hanya 386 siswa atau 3,43 persen dari total peserta sebanyak 11.268 siswa. Keberhasilan ini diraih melalui UN ulang yang digelar beberapa waktu lalu," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB H. Lalu Syafi'i di Mataram, Rabu.
Dari hasil UN SMK di NTB, kata dia, Kabupaten Lombok Tengah meraih rangking tertinggi dengan persentase ketidaklulusan mencapai 0,57 persen atau hanya enam siswa dari total peserta 1.057.
Disusul Kabupaten Bima dengan angka ketidaklulusan 0,72 persen atau hanya lima siswa dari total peserta sebanyak 693 siswa.
Peringkat ke tiga yakni Kabupaten Lombok Barat dengan persentase ketidaklulusan sebesar 1,11 persen atau 16 siswa dari total peserta sebanyak 1.445 siswa.
Lombok Utara sebesar 1,72 persen, Kota Mataram dengan jumlah siswa tidak lulus sebanyak 49 siswa atau 1,83 persen dan Lombok Timur sebanyak 54 siswa atau 3,36 persen.
Selanjutnya, Kabupaten Sumbawa dengan jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 55 siswa atau 4,51 persen, Dompu 5,44 persen dan Kota Bima sebanyak 9,97 persen atau 112 siswa tidak lulus dari total peserta sebanyak 1.123 siswa
"Dan di peringkat paling buntut yakni Kabupaten Sumbawa Barat dengan jumlah siswa yang tidak lulus UN sebanyak 37 siswa atau 12,46 persen dari total peserta yang ikut UN sebanyak 297 siswa," kata Syafi'i.
Menurut dia meningkatnya persentase kelulusan UN SMK di NTB tidak lepas dari keseriusan semua pihak terlebih pihak sekolah dalam mempersiapkan anak didiknya menjadi yang terbaik. Tentunya dengan meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
Sementara bagi 386 siswa SMK yang resmi dinyatakan tidak lulus UN ulang akan diberikan kesempatan mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C pada akhir Juni mendatang. Namun, jika tidak berniat mengikuti UNPK Paket C, siswa yang tak lulus UN bisa mengikuti UN pada 2011.
"Kita akan berikan kesempatan bagi anak-anak kita yang dinyatakan tidak lulus UN meskipun sudah mengikuti UN ulang, untuk mengikuti UNPK Paket C. Tentunya kita memotivasi mereka agar tidak patah semangat," ujarnya.
Menurut Syafi'i, hasil UN SMA/MA dan SMK secara keseluruhan menunjukan peningkatan yang besar karena berhasil meraih angka 99 persen atau hampir mencapai 100 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya di bawah 80 persen.
Ia juga berharap kedepannya siswa-siswi NTB bisa meraih nilai rata-rata tertinggi, sehingga bisa mengharumkan nama NTB di tingkat nasional. Pada hasil UN SMA/MA tahun ini nilai rata-rata siswa NTB berada di peringkat ke lima secara nasional.
Untuk itu, proses dan kualitas pembelajaran akan terus ditingkatkan dengan menggandeng perguruan tinggi, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) serta Dikpora kabupaten/kota untuk memberikan pelatihan bagi guru-guru dalam meningkatkan kemampuan siswa menguasai mata pelajaran.
"Kami terobsesi memberikan penghargaan terbaik bagi NTB ini terutama dalam perolehan nilai rata-rata tertinggi dan itu target pada UN 2011 mendatang," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026