Mataram, 14/6 (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat KH. M. Zainul Majdi, memutasikan 90 orang pejabat Eselon II, III dan IV sebagai bagian dari upaya penyegaran dan peningkatan kinerja aparatur pemerintah, di Mataram, Senin.

   Ratusan pejabat yang dimutasi itu terdiri atas delapan orang pejabat Eselon II, 22 orang pejabat Eselon III dan 60 orang pejabat Eselon IV.

   Sebagian pejabat dimutasikan untuk menduduki jabatan promosi, sebagiannya lagi hanya perpindahan jabatan setingkat.   
Khusus delapan pejabat Eselon II yang terkena mutasi ke-5 selama Zainul Majdi dan Wakilnya Badrul Munir memimpin NTB sejak September 2008 itu, yakni H. Wildan sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan dan Kesehatan.  
Sebelumnya Wildan hanya PNS tanpa jabatan struktural setelah lepas dari jabatan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB era Gubernur H. Lalu Serinata (periode 2003-2008).

   Jabatan staf ahli lainnya yakni Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Investasi dan Pariwisata dijabat Abdul Hakim.

   Pejabat Eselon II lainnya yang terkena mutasi yakni Ahmad Baharuddin yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB menempati jabatan baru sebagai Kepala Badan Narkotika Provinsi (BNP) NTB.

   Kini, jabatan Kepala Dishubkominfo NTB ditempati Ridwan Syah yang sebelumnya pejabat Eselon III di intansi tersebut, namun di era Pemerintahan Gubernur Serinata sempat menjabat Wakil Kepala Dinas Perhubungan NTB.

   Sementara jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTB ditempati oleh Dwi Sugianto, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas PU Kabupaten Lombok Tengah.

   Sugianto menggantikan pejabat lama H. Jalal yang memasuki usia pensiun dan kini tengah bertarung sebagai calon Bupati Banyuwangi, Jawa Timur.

   Sedangkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) NTB ditempati Ir Mukhlis, MT, yang sempat menjabat salah satu asisten di Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan pernah juga berkarier di Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

   Mukhlis menggantikan pejabat lama H. Agus M. Patria, yang mengundurkan diri dari jabatan negeri itu karena maju sebagai calon Bupati Sumbawa namun dalam pemilihan kepala daerah, 7 Juni lalu, ia hanya meraih suara paling sedikit diantara lima calon lainnya.    
Jabatan Eselon II lainnya yakni Direktur RSU Provinsi NTB yang lowong karena pejabat sebelumnya pensiun, kini dijabat H. Lalu Mawardi yang sebelumnya menjabat Direktur RSUD Selong Kabupaten Lombok Timur.

   Jabatan Kepala Biro Administrasi Setda NTB yang ditinggalkan pejabat sebelumnya karena memasuki usia pensiun, kini dijabat H Lalu Sajim Sastrawan, SH, MH, yang dulunya hanya staf di unit kerja itu.

   Usai melantik dan pengambilan sumpah jabatan 90 orang pejabat Pemprov NTB itu, Gubernur NTB KH. M. Zainul Majdi, mengatakan, mutasi itu merupakan bagian dari respons pemerintah daerah atas harapan dan keinginan masyarakat NTB.

   "Perubahan jabatan dalam eselon yang sama dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja pejabat yang bersangkutan agar dapat memberikan kontribusi yang lebih baik. Tidak ada alasan seperti intervensi atau apa pun itu," ujarnya.

   Karena itu, Gubernur NTB periode 2008-2013 itu menekankan pentingnya kepercayaan pimpinan terhadap pejabat yang dimutasi itu.

   Khusus kepada sejumlah pejabat yang menempati jabatan promosi, gubernur mengharapkan bukti nyata yang menggambarkan pejabat yang bersangkutan layak dipromosi.

   "Silahkan buktikan sebagai pejabat yang layak dipercaya, tetap mengutamakan kejujuran dan mampu mengemban jabatan tersebut sebaik-baiknya," ujarnya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026