Mataram, (ANTARA) - Sebanyak 12 pondok pesantren di Nusa Tenggara Barat pada 2010 menerima dana program tempat praktik keterampilan usaha bagi santri sebesar Rp1,2 miliar dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) HM Nur Asikin Amin kepada wartawan di Mataram, Sabtu, mengatakan pada 2009 dana hibah yang disalurkan melalui program tempat praktik keterampilan usaha santri (TPKUS) itu diberikan kepada 30 pondok pesantren (ponpes) sebanyak Rp5,75 miliar.
"Bantuan hibah dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) itu untuk 2010 diberikan masing-masing Rp100 juta kepada setiap ponpes yang digunakan untuk membangun gedung tempat praktik usaha para santri," katanya seusai pembukaan Rapat Kordinasi Pemberdayaan Ekonomi Ponpes dengan pimpinan dan pengurus koperasi pondok pesantren (kopontren) se-NTB.
Ia mengatakan melalui program TPKUS tersebut para santri diberikan pelatihan keterampilan menjahit, bengkel dan keterampikan elektronik serta usaha agribisnis dengan harapan setelah selesai pendidikan mereka bisa membuka usaha mandiri.
Menurut Asikin selama ini para santri yang sudah menyelesaikan pendidikan di ponpes cukup banyak yang menganggur, karena itu dengan adanya program TPKU-S tersebut mereka diharapkan dapat membuka usaha sendiri, bahkan jika memungkinkan menanpung tenaga kerja.
Selain dana TPKU-S, ponpes di NTB juga mendapatkan dana perkuatan yang sejak 2000 hingga 2009 jumlahnya mencapai Rp17,37 miliar yang diberikan kepada 109 kopontren.
"Dana bergulir dari Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah itu dimanfaatkan untuk usaha simpan pinjam dengan pola syariah, sebagian kopontren cukup berhasil mengelola usaha tersebut," ujarnya.
Asikin mengakui Kopontren di NTB baru mencapai predikat cukup berkualitas, belum ada yang sangat berkualitas, ini disebabkan kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi masih perlu ditingkatkan. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026