Salah satu kandidat calon Ketua Umum KONI NTB yang namanya santer disebut-sebut adalah H.MNS. Kasdiono S.H. mantan Ketua Pengda Pelti NTB.
Kasdioni, salah serang pengusaha cukup berhasil kepada wartawan di Mataram, Rabu, mengatakan, dirinya menyatakan siap dicalonkan sebagai Ketua Umum KONI NTB, tanpa mengurangi rasa hormat kepada seniornya.
Sejumlah Pengprov cabang olahraga (cabor) antara lain PASI, PELTI, Beridge, dan IPSI telah menyampaikan aspirasi dan menyatakan dukungan kepada dirinya.
Dia mengatakan, cabor-cabor tersebut meminta kepada dirinya untuk memimpin KONI NTB, karena dinilai memiliki kemampuan dan Ketua Umum KONI sekarang tidak boleh dipegang pejabat birokrasi.
Kasdiono yang juga Ketua APJATI NTB, ketika memimpim PELTI dinilau cukup berhasil, karena dalam berbagai Kejuaraan Nasional khusus PON atletnya selalu berhasil menyumbangkan medali.
Siapapun yang menjadi Ketua Umum KONI NTB baik itu kalangan birokrat maupun swasta tidak ada masalah yang penting mereka mau bekerja.
Sebab yang dibutuhkan KONI adalah pengurus yang mau bekerja, sehingga kegiatan olahraga di daerah ini bisa meningkat dan berjalan lancar, karena selama ini olahraga di NTB dinilai tidur.
Jika dirinya terpilih menjadi Ketua Umum KONI NTB, maka langkah pertama yang dilakukan adalah membangkitkan semangat masyarakat dalam berolahraga, dilakukan pembinaan terhadap semua cabor yang ada di daerah ini.
Namun demikian harus ada sejumlah cabor andalan yang dibina secara khusus untuk lebih meningkatkan prestasi, sementara cabor lain didongkrak agar lebih maju dan bisa menjadi cabor adalah.
Untuk memajukan olahraga di NTB, kata dia, sangat dibutuhkan bapak angkat untuk semua cabor disamping dana pembinaan dari pemerintah, karena pemerintah juga mempunyai kewajiban memajukan olahraga.
Di NTB hinga kini terdapat sekitar 45 cabang olahraga (cabor) dan semuanya sama-sama memiliki peluang berprestasi baik di Kejurda maupun Kejurnas.
Namun belakangan ini, Menegpora menetapkan dari 45 cabor tersebut ada enam cabor prioritas, yakni atletik, tarung derajat, pencaksilat, kempo, tinju, dan voli pantai.
"Menjelang Musorprov KONI NTB dirinya kurang setuju jika cabor-cabor yang sudah lama vakum dihidupkan kembali dengan tujuan hanya untuk mendukung salah satu kandidat Ketua Umum KONI NTB," katanya.
Sementara itu, salah seroang pemerhati olahraga NTB, Nasaruddin sangat khawatir terhadap cabor-cabor yang sudah vakum kemudian hidup sesaat, semata-mata hanya ingin mendukung salah satu kandidat calon Ketua KONI NTB.
Musorprov KONI NTB yang kini dipimpin mantan Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Serinata akan dilakukan pada 17-18 Maret 2009 dengan sejumlah kandidat yang kini telah mulai bermunculan.
Karena ada kebijakan agat KONI tidak dipimpin oleh birokrat, tetapi dipercara kepada swasta, maka salah satu kandidat yang disebut-sebut adalah H. Kasdiono," katanya.
"Jika cabor yang sudah lama vakum diaktifkan kembali, maka dikhwatirkan akan menimbulkan persepsi yang tidak baik di kalangan dunia olahraga, terutama menghadapi pemilihan Ketua KONI NTB," katanya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026