Mataram, 26/8 (ANTARA) - Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad melantik Muhamad Junaifin sebagai Pemimpin Bank Indonesia Mataram, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis.

  Pelantikan Pemimpin Bank Indonesia (BI) Mataram itu dipadukan dengan serah terima jabatan dari Pejabat Pemimpin BI Mataram Muhsan Sumardani kepada Muhamad Junaifin selaku Pemimpin BI Mataram yang baru.

  Muhsan Sumardani menjadi Pejabat Pemimpin BI Mataram sejak 1 Agustus lalu atau saat Pemimpin BI Mataram Tri Dharma memasuki usia pensiun.

  Bagi Muhamad Junaifin, jabatan Pemimpin BI Mataram merupakan jabatan promosi karena sebelumnya ia menjabat Kepala Bagian Layanan Jasa Perbankan di Direktorat Akunting dan Surat Pembayaran, BI Pusat.

  Acara pelantikan itu dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) KH. M. Zainul Majdi, beserta anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah NTB lainnya, dan pejabat terkait di Pemprov NTB.

  Para pimpinan lembaga perbankan yang beroperasi di wilayah NTB juga menghadiri acara tersebut.

  Deputi Gubernur NTB Muliaman D. Hadad, mengatakan, pergantian Pemimpin BI Mataram itu merupakan suatu kewajaran terkait pembinaan dan penyegaran personil.

  Namun, ia menekankan pentingnya upaya nyata dari seorang Pemimpin BI Mataram untuk terus meningkatkan kesejhteraan masyarakat di daerah itu.

  "Kita (BI, Red) perlu dorong pertumbuhan ekonomi daerah ini, BI Mataram pun bisa lebih fokus pada pengembangan potensi ekonomi seperti agribisnis di berbagai kabupaten/kota," ujarnya.

  Muliaman juga mengajak industri perbankan agar secara bersama-sama mencari peluang pengembangan ekonomi seperti sektor pariwisata dan agribisnis.

  Menurut dia, setiap upaya pengembangan ekonomi selalu berkaitan dengan permodalan yang antara lain untuk penataan infrastruktur utama dan pendukungnya.

  "Saya minta Pemimpin BI Mataram bertindak sebagai fasilitator yang melibatkan industri perbankan untuk mendukung kemajuan pembangunan di wilayah NTB," ujarnya.

  Salah satu upaya nyata yang perlu dilakukan Pemimpin BI Mataram, kata Muliaman, yakni tingkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan bank fungsional, guna bersama-sama menata perekonomian daerah.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026