Mataram, 27/8 (ANTARA) - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) segera membangun Balai Latihan Kerja bertaraf internasional di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
"Saya baru saja mendapat telepon dari Pak Abdul Wahab dan ternyata rencana pembangunan Balai Latihan Kerja internasional di NTB akan segera direalisasi," kata Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) KH. M. Zainul Majdi, dalam pertemuan koordinasi di Mataram, Jumat.
Pertemuan koordinasi itu antara Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Mohamad Jumhur Hidayat, dengan Gubernur NTB dan jajarannya.
Sementara Abdul Wahab Bangkona merupakan Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) yang pada 7 Juli lalu, berkunjung ke wilayah NTB terkait rencana pembangunan BLK internasional itu.
Gubernur Majdi mengatakan, ketika Jumhur Hidayat tengah menjelaskan upaya-upaya Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI), datang informasi menggembirakan terkait upaya peningkatan kualitas calon TKI NTB.
BLK bertaraf internasional yang akan segera dibangun di NTB itu juga merupakan bagian dari upaya penyiapan calon tenaga kerja profesional.
"Kata Pak Abdul Wahab, pembangunan BLK internasional itu sedang pada tahap finalsiasi dan insya Allah akan segera ditandatangani dokumennya," ujar Gubernur NTB dari kalangan ulama itu di hadapan Badan Koordinasi Pimpinan Daerah NTB yang dulu disebut muspida.
Dengan demikian, kata gubernur, rencana pembangunan BLK internasional di wilayah NTB itu memungkinkan terealisasi di tahun 2010.
Menurut dia, BLK internasional yang akan dibangun itu merupakan BLK yang terintegrasi dengan jaringan pusat dan nantinya didukung 500-1.000 kamar yang disiapkan dan tempat pelatihan yang komprehensif.
Namun, Gubernur NTB periode 2008-2013 itu memindahkan lokasi pembangunan BLK internasional itu yang semula hendak dibangun di areal bekas perkebunan kapas di Desa Puyung, Kabupaten Lombok Tengah.
Bahkan, lokasi itu sudah ditinjau oleh Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnakertrans, beserta stafnya, pada 7 Juli lalu.
"Kita (Pemprov NTB, Red) sudah memutuskan menempatkan BLK internasional itu di Lombok Timur dengan pertimbangan suplai TKI selama ini paling banyak dari Lombok Timur dan juga kondisi geografis Lombok Timur yang mudah dijangkau bagi para calon TKI yang berasal dari Pulau Sumbawa," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026