Mataram (ANTARA) - Pengelola Bandara Selaparang Mataram, Nusa Tenggara Barat, memperkirakan lonjakan arus balik akan terjadi pada delapan hari setelah Idul Fitri 1431 Hijriah atau H+8.
Air Duty Manager PT Angkasa Pura Bandara Selaparang Mataram Rudy Y. Burhana, Selasa, memperkirakan bandara akan dipadati oleh para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan kembali ke luar negeri setelah mengambil masa cuti untuk berlebaran di kampung halamannya.
"Biasanya para TKI dari Lombok yang mengambil cuti akan balik ke luar negeri setelah merayakan Lebaran Ketupat (tradisi warga Lombok pada H+7)," katanya.
Sementara arus balik melalui Bandara Selaparang sejak hingga H+2, kata dia, masih relatif normal, ini dilihat dari jumlah kedatangan sebanyak 1.918 orang dan keberangkatan mencapai 2.135 orang.
Jumlah penumpang yang datang dan berangkat itu masih bisa diatasi oleh jumlah pesawat yang relatif tidak berubah dari pelayanan biasanya. Pesawat yang mengangkut penumpang di pintu kedatangan sebanyak 28 pesawat, sedangkan yang berangkat sebanyak 29 pesawat.
"Untuk keberangkatan maupun kedatangan internasional sendiri tidak ada, karena memang tidak dibuka. Penerbangan internasional baru buka pada hari ini (Selasa, 14/9)," ujarnya.
Rudy mengatakan, perkiraan padatnya jumlah penumpang pada H+8 juga sudah diantisipasi oleh sejumlah perusahaan penerbangan. Namun, untuk saat ini mereka tidak menerapkan "extra flight" (penerbangan tambahan).
"Kami juga sudah mengantisipasi lonjakan penumpang yang akan terjadi setelah lebaran ketupat," katanya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026