Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat KH. M. Zainul Majdi mengatakan pegawai yang masuk kantor setelah cuti bersama merayakan Idul Fitri 1431 Hijriyah mencapai 95 persen atau hanya lima persen yang absen.
"Ini menunjukkan kesadaran pegawai masuk kantor pada hari pertama setelah cuti Lebaran cukup tinggi, kalau pun ada yang belum masuk disebabkan memang cuti atau sakit," katanya saat menjadi pembina upacara pada apel hari pertama masuk kantor setelah libur Lebaran, Selasa
Apel tersebut diikuti pejabat dan pegawai dinas dan instansi serta karyawan di lingkup kantor Gubernur NTB.
Menurut gubernur kesadaran pegawai ini jauh meningkat dibandingkan tahun lalu di mana jumlah karyawan yang hadir pada hari pertama masuk kantor setelah lebaran sekitar 80 persen.
Ia mengatakan pegawai negeri sipil (PNS) sebagai abdi negara dan masyarakat harus memberikan pelayanan dan contoh yang baik, karena itu mereka harus masuk kantor sesuai ketentuan.
Kesempatan hari pertama masuk kantor tersebut dimanfaatkan oleh gubernur bersilaturrahmi dengan seluruh karyawan untuk saling memaafkan.
Sementara itu, situasi di kantor Wali Kota Mataram pada hari pertama kerja setelah Lebaran juga cukup ramai, karena hampir seluruh karyawan sudah masu kerja.
Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh memeriksa absen karyawan baik yang berada di kantor wali kota maupun instansi untuk mengetahui sejauh mana disiplin karyawan di lingkup pemerintah kota.
Salah seorang pegawai Drs. Hamdi mengatakan dirinya tidak berani bolos pada hari pertama masuk kerja setelah Lebaran, karena siapa yang absen diancam penundaan kenaikan pangkat.
"Absen dilakukan di instansi masing-masing, dan kepala dinas yang bertanggung jawab terhadap anak buahnya," katanya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026