Lombok Barat, 26/9 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, melalui Camat Labuapi mendata korban angin puting beliung yang terjadi Sabtu petang (25/9) di dua desa.
"Saat ini kami sedang mengumpulkan data korban angin puting beliung termasuk kerusakan bangunan di Desa Bajur dan Karang Bongkot," kata Camat Labuapi Mahnan pada wartawan di Labuapi, Minggu.
Menurut dia, data awal menunjukkan jumlah korban di Desa Bajur mencapai 34 kepala keluarga (KK) sedangkan di Desa Karang Bongkot sebanyak 63 KK, termasuk di perumahan Korem Lombok Barat.
"Angin puting beliung tidak menimbulkan korban jiwa, namun beberapa warga luka ringan karena panik dan lari berhamburan keluar rumah saat mendengar suara dan melihat pusaran angin kencang yang datang dari arah utara," katanya.
Dia mengatakan, pendataan data kerusakan bangunan rumah warga dimaksudkan untuk memudahkan tim dari badan penanggulangan bencana untuk mengalokasikan bantuan bahan bangunan yang dibutuhkan.
Menurut dia, pemerintah tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai, melainkan bahan bangunan seperti genteng, seng, kayu, pasir, dan semen sesuai dengan kebutuhan.
"Karana itu, pihak desa setempat kamia minta melakukan pendataan secara menyeluruh," katanya.
Menurut Mahnan, pendataan korban angin puting beliung itu merupakan instruksi dari Bupati Lombok Barat H Zaini Arony saat melakukan kunjungan ke korban angin puting beliung pada Sabtu malam (25/9).
"Bupati berasama satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait yang mendampingi langsung menggelar rapat koordinasi guna penanganan pascabencana," katanya.
Bupati juga menyerahkan bantuan berupa beras, mi instan dan sarden bagi warga yang berada di Desa Bajur yang sebelumnya juga terkena musibah banjir.
"Kami berharap, korban angin puting beliung yang belum mendapatkan bantuan bahan bangunan bersabar karena keterlambatan penyaluran bantuan bukan karena diendapkan melainkan diinventarisasi sesuai kebutuhan agar tepat sasaran," katanya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026