Lombok Timur, NTB, 4/10 (ANTARA) - Bupati Lombok Timur  HM Sukiman Azmy meminta kepada pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menunda rencana konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas elpiji di Kabupaten Lombok Timur.

  "Kami minta Pemerintah menunda program konversi BBM ke elpiji karena masyarakat Lombok Timur belum siap dan sosialisasi konversi energi itu masih terbatas," tegas Bupati Lombok Timur  dalam sosialisasi konversi BBM ke elpiji yang bertempat di Rupatama Kantor Bupati Lombok Timur, Senin.

  Ia menegaskan alangkah baiknya dari pemerintah pusat maupun Pemprov NTB terlebih dahulu melakukan pengkajian yang matang terhadap rencana konversi tersebut.

  "Masyarakat Lombok Timur memiliki karakteristik maupun penilaian tersendiri terhadap penggunaan elpiji tersebut, sehingga alangkah baiknya kalau sosialisasi ini dilakukan dimulai dari tingkat kota," katanya.

  Ia mencontohkan, kegiatan konversi minyak tanah ke batu bara yang dilakukan petani tembakau setempat dinilainya tidak berhasil karena terbatasnya sosialisasi program itu.

   Oleh karena itu, Bupati  tidak ingin kegiatan sosialisasi itu hanya sampai tingkat kabupaten saja, akan tetapi sosialisasi dilakukan sampai ke tingkat bawah.

  "Kita menginginkan agar masyarakat memahami benar tujuan dari konversi BBM ke elpiji tersebut, dengan memperbanyak melakukan kegiatan sosialisasi," tambah Sukiman Azmy .

  Ia menambahkan, program konversi BBM ke elpiji akan mendapat tantangan berat karena sudah ada trauma yang mendalam di masyarakat terkait dengan  banyaknya kasus ledakan gas elpiji.

  "Kasus-kasus ledakan gas elpiji yang disiarkan sejumlah media itu membuat masyarakat menjadi takut untuk beralih menggunakan elpiji," katanya.

   Namun begitu, Bupati mengaku , jika sudah menjadi keputusan Pemprov, maka pihaknya  akan membantu untuk mensukseskan program tersebut, dengan memperbanyak kegiatan sosialisasi  di masyarakat.

   Pada kesempatan itu juga, Bupati Lombok Timur mengkritik keras banyaknya camat  yang tidak hadir dalam kegiatan sosialisasi penggunaan elpiji tersebut.

   "Saya  sangat kecewa dengan ketidak hadiran beberapa camat tersebut,  karena masalah ini sangat penting, menyangkut kehidupan masyarakat banyak," tegas Bupati.

   Ditempat yang sama tim sosialisasi dari Pemerintah Provinsi NTB Ir Gembong MM, mengatakan konversi BBM ke elpiji tersebut dilakukan, karena tidak adanya subsidi untuk minyak tanah.

   "Kami tidak ingin pengalaman  konversi minyak tanah ke batu bara akan terjadi dalam konversi elpiji ini, jadi  jauh-jauh sebelumnya kita sudah melakukan sosialisasi," ujar Gembong. (*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026