Sumbawa Barat (ANTARA)- Dinas Kesehatan Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, menargetkan daerah ini bebas penyakit malaria pada 2015.

  Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumbawa Barat Ruslan Efendi, di Taliwang, Sabtu, mengatakan kasus malaria saat ini cenderung menurun, dan selama peralihan musim petugas selalu waspada dan siaga.

  Dalam acara peringatan hari lingkungan hidup yang digagas Newmont Nusa Tenggara di Desa Brang Rea, ia mengatakan kasus malaria di Sumbawa Barat hanya 2,4 kasus setiap 1.000 orang.

  "Padahal rata-rata 24 kasus malaria terjadi pada setiap 1.000 orang," katanya.

   Ia menambahkan, pihaknya  saat ini mulai merancang program  strategis penanggulangan malaria berbasis rukun tetangga. Program ini berisi konseling rutin kebersihan lingkungan dan bahaya malaria hingga cara penanggulangannya.

  "Pesertanya warga rukun tetangga yang didampingi petugas," katanya.

  Kabupaten Sumbawa Barat pernah mengalami masa sulit menghadapi kasus malaria, bahkan jumlah penderitanya tertinggi di Nusa Tenggara BaratTB, bahkan pada masa konstruksi Newmont Nusa Tenggara banyak warga meninggal akibat malaria.

  "Korban kebanyakan pekerja konstruksi dan eksplorasi tambang Newmont," katanya.

  Ia optimistis dengan program pemberantasan malaria berbasis rukun tetangga  akan membawa Sumbawa Barat bebas malaria pada 2015.

  "Kuncinya kebersihan lingkungan dan pola kesadaran masyarakat tentang bagaimana memperlakukan lingkungan dengan baik," katanya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026