Lombok tengah, NTB, 14/10 (ANTARA). Harga Bibit padi di kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (Loteng) melambung tinggi. Harganya mencapai dua kali lipat dari harga biasa di pasaran.

   "Kita memang terkejut dengan tingginya harga bibit padi pada musim tanam kali ini," kata Kepala Dinas Pertanian dan perternakan kabupaten Lombok Tengah Ir. L.M.Syafriari, kamis.

  Menurut dia melabungnya harga bibit padi berbagai jenis di Kabupaten Lombok tengah disebabkan oleh minimya persediaan bibit untuk musim tanam kali ini.

  "Biasanya pada oktober kita belum memproduksi bibit karena petani belum melakukan penanaman namun sekarang justeru sebaliknya petani sudah mulai melakukan penaaman, ini akibat dari perubahan iklim sehingga stok bibit kita terbatas," jelasnya.

  Diakuinya saat ini ada sekitar 1500 ton bibit padi siap untuk dilepas ke masyarakat hanya saja masih menunggu keluar labelisasi dari Pusat Penelitian Sertifikasi Bibit (PPSB) NTB.

   "Bibit itu sudah selesai diteliti di Laboraturium dan tinggal di berikan label dan Kita sedang mempercepat pengajuan labeliasainya," kata Safriari.

  Saat ini pihaknya tengah memproduksi beberapa jenis bibit padi uggulan atau berlabel diantaranya jenis padi Ir 64, Ciherang, Cigeulis, Nikongga, Satubagendit dengan harga antara Rp 60 ribu hingga Rp 170.000 per pisnya.

   Dia mengatakan berdasarkan Surat keputusan Gubernur NTB tentang Harga Eceran Terendah (HET) bibit berlabel, tiap satu pis atau satu bungkus bibit padi berlabel dihargakan Rp 60.000 hingga Rp 70.000 namun kenyataannya mencapai Rp120 hingga Rp140 ribu per bungkusnya.

  "Memang SK itu memuat tentang harga terendah atau harga minimal namun tidak seenaknya penangkar ataupun pengecer melepaskan harga ke masyarakat setinggi itu namun ada batasnya dan harus dipertimbangkan kemampuan masyarakat,tegasnya.

  Untuk itulah pihaknya akan segera melakukan pengecekan kepada para penangkar maupun pengecer mengenai harga bibit padi yang melabung tinggi itu.

  "Kami akan segera turunkan tim untuk memantau harga di lapangan," jelasnya.

  Dia mengatakan untuk musim tanam kali ini luas tanam diperkirakan  55 ribu hektar dengan kebutuhan bibit per hektarnya 25 kilo dengan demikian kebutuhan bibit pada musim tanam kali ini sebesar 1250 ton.(*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026