MESKI KALAH BENNY DOLLO PUAS

id

Jakarta, 17/12 (ANTARA) - Pelatih Indonesia Benny Dollo mengaku puas dengan penanpilan anak asuhnya, meski harus menyerah 0-1 dari Thailand pada pertandingan leg pertama semifinal AFF Suzuki Cup 2008 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (16/12) malam.

"Secara umum saya puas dengan penampilan anak-anak. Mereka tetap memiliki fight spirit (semangat tanding) yang tinggi dalam laga ini," kata Bendol, panggilan akrab Benny Dollo kepada wartawan usai pertandingan.

Bendol mengakui gol cepat yang dicetak pemain Thailand Teerasil Dangda di menit kelima cukup mengganggu kosenterasi pemainnya. "20 hingga 30 menit memang kita kehilangan kendali pertandingan," kata mantan pelatih Arema Malang itu. Namun, di babak kedua, pemain mampu tampil baik dengan sejumlah peluang.

Disinggung pergantian Nova Arianto, Bendol mengatakan, sangat diperlukan karena Nova terlalu ke dalam sehingga membuka ruang untuk pemain Thailand,

Mengenai penampilan perdana Musafri yang menggantikan striker Bambang Pamungkas di menit 66, Benny menyatakan, Musafri memang perlu proses di laga internasional. Apalagi, penampilan Bambang Pamungkas memang sedikit menurun sejak cedera, demikian juga dengan Irsyad Aras.

Ia mengatakan, Thailand memang tim yang bagus dalam kecepatan dan kekuatan.

Benny masih optimistis mengenai peluang tim nasional di leg kedua yang akan pada 20 Desember di Stadion Rajamangala Bangkok. Setidaknya bisa menghasilkan dua gol.

Partai semi final turnamen ini mengunakan sistem kandang dan tandang untuk merebut tiket final.

"Apa yang tidak mungkin, ini sepak bola semua dapat terjadi," kata Bendol seraya melemparkan bola yang ada di meja jumpa pers.

Paling tidak menurut Bendol, permainan harus sama seperti di stadion GBK sebagai kandang Timnas Merah Putih.

"Saya sewaktu di kamar ganti minta pemain tampil seperti di GBK," katanya.

Ia mengatakan, tim masih punya waktu sehari untuk recovery (pemulihan tenaga) dan lusa tim akan berangkat ke Bangkok.

Disinggung soal mundur jika tak memuhi target ke final, Bendol menegaskan dirinya tak takut soal itu. "Itu adalah risiko pekerjaan sebagai pelatih dan tergantung pada manajemen," katanya.

Sementara pelatih Thailand, Peter Reid mengatakan, Indonesia memang tim bagus dengan penampilan fisik dan organisasi timnya.

Ia mengatakan, kemenangan ini meringankan bebannya di leg kedua di Thailand untuk merebut tiket ke final.

Peter Reid yang mantan pemain internasional Inggris dan pernah melatih Manchester City, Sunderland, dan Leeds United akan menerapkan strategi berbeda untuk tampil di leg kedua.

Thailand melaju ke semi final setelah merebut tiga kali kemenangan di grup B dan mengoleksi 11 gol tanpa kebobolan. Thailand menekuk Vietnam 2-0, membungkam Laos 6-0 dan menumbangkan Malaysia 3-0.

Sementara Indonesia mencatat runner up tiga kali di event ini. Tim Merah Putih melaju ke semifinal setelah mengalahkan Myanmar 3-0, membungkam Kamboja 4-0, dan kalah 0-2 dari Singapura.

(*)




Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar