Mataram, 8/12 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memprogramkan aksi makan ikan sebanyak 22.000 ekor atau sekitar lima ton, sebagai salah satu rangkaian acara memperingati HUT ke-52 pada 17 Desember 2010.
"Aksi makan ikan sebanyak 22.000 ekor yang akan melibatkan puluhan ribu orang itu akan dipusatkan ditiga lokasi dalam Kota Mataram, 11 Desember 2010," kata Juru bicara Pemerintah Provinsi NTB H Lalu Moh Faozal di Mataram, Rabu.
Ketiga lokasi yang akan digunakan untuk makan ikan tersebut adalah Kantor Gubernur NTB, Kantor Wali Kota Mataram dan semua sekolah di Kota Mataram.
Sementara jenis ikan yang akan dikonsumsi setelah dibakar maupun direbus dalam aksi massal itu antara lain nila dan lele.
Faozal mengatakan, aksi makan ikan secara massal yang melibatkan ribuan orang itu sudah beberapa kali digelar di Mataram.
Aksi terakhir digelar 16 Oktober lalu, sebagai salah satu rangkaian acara memeringati Hari Pangan Sedunia (HPS) XXX tahun 2010 yang dipusatkan di Pulau Lombok, dan melibatkan 10.000 orang.
Aksi makan ikan yang melibatkan 10.000 orang itu digelar di sepanjang Jalan Udayana, Kota Mataram, yang selalu ramai dilalui warga.
Sebelumnya, aksi serupa dilakukan dan tercatat dalam rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) yang dipadukan lomba melukis berbagai bentuk ikan yang diikuti sekitar 10 ribu anak TK, SD dan SLTP.
Lomba melukis hingga tercatat sebagai rekor Muri itu dilakukan saat pembentukan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi NTB, 28 Mei 2007 bersamaan dengan sosialisasi keberadaan Forikan tingkat pusat dan Forum Mitra Nelayan Seluruh Indonesia di Mataram yang dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi.
Forikan berperan sebagai pioner untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan agar semakin membudaya di kalangan masyarakat.
Beberapa bulan kemudian atau awal Desember 2007 digelar aksi bakar ikan sepanjang 200 meter dengan bahan baku satu ton ikan yang bertujuan memotivasi masyarakat untuk mengkonsumsi ikan.
"Kini, aksi makan ikan yang melibatkan 20-an ribu orang kembali akan segera digelar di Mataram, guna memeriahkan peringatan HUT ke-52 Pemerintah Provinsi NTB," ujarnya.
Peringatan HUT ke-52 Pemerintah Provinsi NTB yang digelar sejak 30 Oktober-17 Desember 2010 itu diwarnai aneka kegiatan.
Selain temu bisnis pelaku usaha dan ekspos produk unggulan daerah juga ekspo kerajinan, industri kreatif dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), foto dan sejarah NTB serta hasil-hasil pembangunan lainnya, yang dijadwalkan 17 Desember 2010.
Kegiatan lainnya yakni testimoni dan dialog terbuka yang menghadirkan 52 tokoh kebanggaan NTB, yang dijadwalkan 10-11 Desember.
Sementara kegiatan memperingati HUT ke-52 Pemprov NTB yang sudah terlaksana, antara lain penayangan film "Sang Pencerah" karya sutradara Hanung Bramantyo, pada 30 Oktober lalu, yang dilanjutkan dengan Parade Layang-layang Hias di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, pada keesokan harinya.
Lomba karya tulis tentang pandangan mengenai pelaksanaan pembangunan di wilayah NTB selama kurun waktu 52 tahun, yang melibatkan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum lainnya, 12-20 Nopember 2010, dan berbagai event olahraga yang telah dilaksanakan sejak 1-30 Nopember 2010.
"Ada juga bhakti sosial pengobatan gratis, pemberian santunan kepada penghuni panti asuhan dan panti jompo, serta pasar murah, dan 'tracking and diving' yakni pengibaran bendera lambang NTB di dasar laut oleh 52 penyelam dan pendakian Gunung Rinjani oleh 52 pendaki untuk mengibarkan bendera lambang NTB di puncak tertinggi," ujar Faozal. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026