Mataram,  (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memprogramkan gerakan industri kreatif di tahun anggaran 2011, guna memacu kemajuan usaha kecil dan menengah dan sektor riil lainnya.

  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Badrul Munir, di Mataram (23/1)  mengatakan, gerakan industri kreatif 2011 itu mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian (Kemperin).

  "Sudah ada 'roadmap' Kemperin tentang pengembangan industri kreatif di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di wilayah NTB," ujarnya, ketika menjelaskan upaya pengembangan sektor riil di wilayah NTB guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi.  
   Badrul mengatakan, NTB terus berupaya mengembangkan usaha kecil dan menengah agar memacu pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat hingga masa mendatang.

  Pengembangan usaha kecil dan menengah lebih diprioritaskan mengingat usaha berskala besar belum banyak.

  "Tahun ini banyak pelaku usaha yang lebih mengincar industri kecil dan menengah, sehingga kreativitas menjadi faktor penentu kemajuannya. Itu yang sedang kami galakkan sesuai potensi yang ada," ujarnya.

  Ia mencontohkan, kreativitas dalam mengemas produk industri olahan bahan makanan, yang terus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Karena itu diupayakan "packing house" di berbagai sentra industri bahan makanan di wilayah NTB.

  "Selain di Mataram, 'packing house' juga ada di Kopang, Lombok Tengah, yang diharapkan semakin mendatangkan nilai tambah atas produk yang dihasilkan," ujarnya.

  Badrul juga mencontohkan, upaya pengembangan batik khas "Sasambo" (singkatan nama tiga suku di NTB) menjadi produk industri kreatif yang eksklusif dan mampu menembus pasar internasional.  
   Menurut dia, batik "Sasambo" sudah menembus pasar internasional karena telah berada di pasar Australia dan negara lainnya. "Batik Sasambo sudah sampai pasar Australia. Itu berarti kreativitas harus terus dilakukan agar batik khas NTB itu menjadi salah satu produk industri kreatif yang juga disukai masyarakat dunia," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026