Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, Drs. H. Ma'shum di Mataram, Selasa, mengatakan dana beasiswa tersebut merupakan pembagian pembiayaan antara pemerintah pusat melalui APBN, Pemprov NTB dari APBD I dan pemerintah kabupaten/kota dari APBD II.
"Pedoman pelaksanaannya sudah ditetapkan dan telah disebarkan ke kabupaten/kota se-NTB, begitu juga Surat Keputusan (SK) Penerima Beasiswa telah selesai diproses dan tinggal ditandatangani gubernur yang selanjutnya disalurkan kepada siswa," ujarnya.
Ia mengatakan, petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknsi (juknis) dalam pemberian beasiswa tersebut bertujuan agar dana tersebut benar-benar digunakan untuk membeli kebutuhan sekolah dan ini ditetapkan atas keputusan kepala sekolah, komite sekolah dan orang tua atau wali murid.
"Beasiswa siswa miskin tersebut diharapkan benar-benar digunakan untuk keperluan sekolah, karena itu telah diterbitkan juklak dan juknis, bukan untuk keperluan lain," kata Ma'shum.
Siswa miskin yang mendapatkan beasiswa tersebut untuk SD dan SD Luar Biasa (SDLB) sebanyak 208.048 orang, SMP, MTs, SMPLB (72.370 orang), SMA dan SMALB (39.462 orang), SMK 18.712 orang dan MI (50.561 orang), MTS (54.480 orang) dan MA sebanyak 31.341 orang.
Dia mengatakan, besarnya beasiswa yang diberikan kepada siswa miskin untuk tingkat SD,MI dan SDLB masing-masing sebanyak Rp30.000 per bulan, SMP, MTs dan SMPLB Rp40.000 serta SMA, MK dan SMALB sebesar Rp60.000 per bulan.
"Selain itu Pemprov NTB juga memberikan beasiswa untuk 2.620 orang, yakni 1.000 calon mahasiswa, 1.000 mahasiswa reguler dan untuk membantu 500 orang guru yang belum memenuhi kualifikasi S1 atau D4, 20 orang untuk PNS, 100 orang yang mengikuti pendidikan S-2 dan 20 orang S-3," katanya.
Ma'shum mengatakan, untuk beasiswa diberikan masing-masing Rp100.000 per orang per bulan, sedangkan yang mengikuti pendidikan S-2 dan S-3 masing-masing Rp200.000 per orang per bulan.
"Beasiswa tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu untuk melanjutkan pendidikannya sehingga tidak ada lagi siswa di NTB yang putus sekolah karena alasan tidak memiliki biaya," katanya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026