Mataram, 2/5 (ANTARA) - Rektor Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, Prof. H. Sunarpi, P.hD, mengatakan siap mati menghadapi mahasiswanya yang bertindak anarkis dalam menggelar aksi unjuk rasa terkait penolakan pembangunan gedung Fakultas Teknologi Pertanian.

   "Saya siap mati untuk menghadapi segala bentuk tindakan anarkis di kampus ini. Segala tindakan anarkis yang kalian lakukan akan berhadapan dengan hukum, katanya di Mataram, Senin.

   Hal itu dilontarkan Rektor Universitas Mataram (Unram) ketika menghadapi sekitar 500 mahasiswa Fakultas Teknik Unram, yang menggelar aksi unjuk rasa di gedung rektorat.

   Ia juga menilai bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan tidak mencerminkan mahasiswa sebagai generasi intelektual dan cenderung seperti preman karena bertindak anarkis.

   Sunarpi bahkan menantang mahasiswa untuk berdebat secara terbuka agar semua tudingan mahasiswa terhadap pihak pengelola kampus bisa diselesaikan.

   "Saya siap berdebat. Kalian mahasiswa semestinya menggunakan otak, bukan bertindak anarkis seperti ini," tegas Sunarpi yang didampingi Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (MIPA) Prof. I Made Sudarma, serta sejumlah dekan di lingkungan Unram.

   Di hadapan ratusan mahasiswa, Rektor Unram juga mengancam akan membekukan Fakultas Teknik. Ia tidak menjelaskan alasan akan membekukan fakultas tersebut.

   "Saya akan membekukan Fakultas Teknik," ancam Sunarpi.

   Mendengar ancaman tersebut, ratusan mahasiswa yang berunjuk rasa sambil membawa spanduk dan keranda mayat bertuliskan "tolak pembangunan gedung Fakultas Teknologi Pertanian di lingkungan Fakultas Teknik", semakin berteriak lantang, sehingga suasana rektorat semakin gaduh.

   Ratusan mahasiswa yang menamakan dirinya Gabungan Aliansi Mahasiswa (GAM) Fakultas Teknik, juga sempat terlibat aksi dorong dengan sejumlah satpam dan pegawai rektorat yang mencoba menghalangi mahasiswa untuk mencari rektor di ruang kerjanya.

   Bahkan, Kepala Bagian Kemahasiswaan M. Faruk, yang mencoba merebut keranda mayat diteriaki oleh mahasiswa. Tidak itu, saja salah seorang mahasiswa juga sempat adu mulut dengan mantan Pembantu Rektor IV H. Zainal Asikin karena menunjuk dengan sikap emosi kepada mahasiswa.

   Rektor Unram, H. Sunarpi akhirnya meninggalkan mahasiswa tanpa keputusan apapun.

   Melihat aksi pemimpin tertinggi di Unram tersebut, Khafiz Zulhaq, salah seorang mahasiswa Fakultas Teknik, menyerukan kepada rekan-rekannya untuk tetap bertahan melakukan penolakan terhadap rencana pembangunan gedung Fakultas Teknologi Pertanian di lingkungan Fakultas Teknik.

   "Apa yang dilakukan oleh rektor dan para pejabat Unram hari ini sebagai bentuk ketidakberpihakan rektor kepada mahasiswa," tegasnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026