Mataram,  (ANTARA) - Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Barat menyiapkan sebanyak 500 ton beras kualitas medium yang akan disalurkan pada saat operasi pasar guna menekan laju kenaikan harga kebutuhan pokok itu.

   "Jatah beras medium itu khusus untuk operasi pasar (OP) yang akan digelar di Kota Mataram. Kami sengaja menggelar operasi pasar di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) karena konsumsi beras terbesar di Kota Mataram," kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) NTB Sutarso, di Mataram (27/7).

   Ia mengatakan, target operasi pasar beras murah adalah untuk menahan laju kenaikan harga beras menjelang bulan puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1432 Hijriah.

   Operasi pasar beras murah tersebut sebagai tindak lanjut dari surat Menteri Perdagangan No.1010/M-DAG/SD/7/2011 tertanggal 8 Juli 2011 tentang Operasi Pasar Beras dan surat dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB No.510/1002A/INDAG tertanggal 20 Juli 2011 tentang Operasi Pasar Beras.

   Bulog pusat juga sudah melayangkan surat melalui faximile dengan No. F-1421/DO400/25072011 tertanggal 25 Juli 2011 tentang Operasi Pasar Beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

   Surat tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Kepala Divisi Regional (Kadivre) Bulog NTB dengan mengeluarkan Surat Perintah (SP) Kadivre NTB No. 55/23030/07/2011 tertanggal 26 Juli 2011 tentang Pembentukan Satuan Tugas Operasi Pasar Bulog Divre NTB.

   Sutarso mengatakan, dasar acuan untuk menggelar operasi pasar beras menggunakan beras cadangan pemerintah dari Menteri Perdagangan tersebut saat ini sedang diproses di Biro Ekonomi Setda NTB.

   "Pemerintah Provinsi NTB saat ini sedang mengkaji berapa besaran harga beras kualitas medium yang akan diberlakukan pada saat operasi pasar. Sebagai bahan informasi saja, harga tebus di pintu gudang Bulog, sesuai ketentuan Bulog adalah Rp6.200 per kilogram," katanya.

   Ia menyebutkan, stok beras kualitas medium di gudang Bulog Divre NTB mencapai 59.000 ton yang tersebar di 15 gudang. Persediaan beras kualitas medium tersebut cukup untuk  memenuhi kebutuhan beras keluarga miskin (Raskin)  hingga Februari 2012.

   "Namun untuk keperluan operasi pasar beras di Kota Mataram, diperkirakan hanya 500 ton. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah yang disalurkan pada operasi pasar beras pada 2009 sebanyak 350 ton dan pada 2010 sebanyak 150 ton," ujarnya.

   Sementara menanti harga eceran beras yang akan diberlakukan pada saat operasi pasar beras kualitas medium, kata Sutarso, satuan tugas operasi pasar sudah melakukan penjualan beras komersial kualitas premium II pada saat pelaksanaan NTB Expo 2011 di gedung olahraga Turida Mataram, 21-25 Juli 2011.

   Penjualan beras kualitas premium II yang sudah dikemas dalam kantong plastik berisi lima kilogram (kg) dan 10 kg tersebut dilanjutkan di pasar tradisional Kebon Roek Ampenan pada 26 Juli 2011, dengan harga jual Rp6.600 per kg.

   Ia menyebutkan, stok beras kualitas premium II yang dimiliki Bulog Divre NTB saat ini mencapai 3.600 ton.

   "Penjualan beras kualitas premium II tersebut melalui mekanisme pasar murah beras berkualitas. Masyarakat juga bisa membelinya di gerai kami di Jalan Airlangga No. 25A Kota Mataram," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026