Dompu, NTB, 15/8 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, melakukan pengetatan pengawasan lalu lintas ternak di daerah itu, dengan melibatkan lintas sektor untuk mendukung Bumi Sejuta Sapi (BSS), Sapi jagung dam Rumput laut (Pijar) dan menyukseskan swasembada daging nasional 2014. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Nakeswan) Kabupaten Dompu, Fakruddin A Wahab, Senin mengatakan, beberapa dinas yang dilibatkan dalam pengawasan itu, diantaranya Dinas Peternakan, Dinas PPKAD, kantor KPPT dan Sat Pol PP. "Kami hanya mengawasi lalu lintas ternaknya sementara dinas yang lain pada tupoksinya masing-masing. Jika PPKAD pada sektor retribusi, KPPT mengawasi izin pengangkutan dan Pol PP tenaga penegak hukumnya," katanya. Bahkan untuk mendukung upaya itu, Bupati Dompu telah mengeluarkan instruksi melarang pengiriman ternak pada siang hari. Pengiriman dan pengangkutan ternak sesuai dengan instruksi bupati nomor 83 tahun 2011 itu, hanya di perbolehkan pada siang hari antara pukul 06.00 WITA hingga 18.00 WITA. Selain untuk menyelamatkan pengiriman betina produktif, upaya ini juga untuk meminimalisir terjadinya pencurian ternak yang akhir-akhir ini marak di daerah lain. "Beberapa portal masuk daerah ini, kembali kita aktifkan. Kita masih menggunakan portal milik Dinas PPKAD yang selama ini masih berfungsi untuk menarik retribusi kendaraan berat yang masuk daerah ini," tegasnya. Sejauh ini, belum ditemukan adanya pengiriman ternak betina produktif keluar daerah. Bahkan, ternak yang masuk daerah ini pun belum terindikasi mengandung penyakit yang bisa membahayakan. Selain melakukan pemantauan lalu lintas ternak, Dinas Nakseswan Dompu juga terus melakukan pemantauan kondisi ternak di dalam daerah. "Seperti baru-baru ini kita temukan ada sapi warga di Desa Woko Kecamatan Pajo, yang mengalami kelumpuhan. Kita sudah mengambil contoh darah dan dagingnya untuk diteliti. Sementara, penyakit itu tidak membahayakan," katanya. Upaya vaksinasi ternak, baik sapi, kerbau dan ternak lainnya terus dilakukan untuk menjaga kepercayaan warga, bahwa Dompu merupakan salah satu daerah yang bebas penyakit hewan yang membahayakan. Selain itu juga Dinas Nakeswan juga terus berupaya melakukan pemantauan pengiriman unggas dari luar daerah yang masuk ke Dompu. "Jangan sampai kecolongan, disaat kita membutuhkan daging ayam untuk kebutuhan Ramadhan dan lebaran, unggas yang mengandung penyakit masuk daerah ini," tegasnya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026