Mataram, 20/1 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berupaya membantu PT PLN mempercepat rasio ketersediaan listrik atau elektrifikasi, agar dapat mencapai target 52 persen diakhir 2012.
"Kami terus lakukan percepatan rasio elektrifikasi bersama pihak PLN agar tahun ini bisa mencapai 52 persen," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Eko Bambang Sutedjo, di Mataram, Jumat.
Eko mengatakan, rasio elektrifikasi menandakan tingkat perbandingan jumlah penduduk yang menikmati listrik dari jumlah total penduduk di wilayah itu. Rasio elektrifikasi sangat berhubungan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.
Data dari International Energy Agency, rasio elektrifikasi Indonesia saat ini sekitar 60 persen yang berarti 40 persen penduduk Indonesia belum menikmati listrik.
Hingga saat ini, rasio elektrifikasi di Wilayah Indonesia Timur baru mencapai 43 persen. Wilayah Indonesia timur adalah satu-satunya wilayah operasional PT PLN yang belum interkoneksi.
Khusus di wilayah NTB, rasio elektrifikasi sampai tahun 2011 baru 49,85 persen yang berarti 50,15 persen atau sebagian besar penduduknya belum menikmati listrik.
"Upaya peningkatan rasio elektrifikasi di 2011 tergolong sukses karena ditargetkan peningkatan hingga 49,64 persen, namun terealisasi sebesar 49,85 persen. Makanya, ditargetkan sebesar 52 persen di akhir 2012," ujarnya.
Menurut Eko, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2008-2013 menargetkan pencapaian rasio elektrifikasi sebesar 60 persen diakhir masa jabatan, yang berarti masih kurang 10 persen lebih.
Diawal masa jabatan Zainul Majdi dan Badrul Munir pada Oktober 2008, rasio elektrifikasi baru mencapai 37 persen.
Karena itu, dilakukan percepatan, agar rasio elektrifikasi NTB dapat mengalami peningkatan sebesar lima persen setiap tahun. Diasumsikan setiap peningkatan rasio elektrifikasi sebesar satu persen mencakup 11 ribu pelanggan baru.
Sasaran peningkatan rasio elektrifikasi di wilayah NTB mencapai 1,1 juta rumah tangga, dan kini baru setengahnya yang sudah menikmati listrik.
"Makanya, setiap tahun anggaran dialokasikan dana APBD untuk pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Pembangkis Listrik Tenaga Surya (PLTS), selain dukungan dana APBN untuk PLTMH dan PLTS, serta anggaran peningkatan jaringan listrik melalui pos dana PT PLN," ujarnya.
Khusus PLN, diupayakan diakhir 2012 dapat direalisasi pemanfaatan energi listrik yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap 0PLTU) batubara berkapasitas 3 x 25 Mega Watt (MW) atau total 75 MW di Pulau LOmbok dan 20 MW PLTU batubara di Pulau Sumbawa.
PLTU Lombok tengah dibangun di Dusun Jeranjang dan Taman, Kabupaten Lombok Barat, dan PLTU Sumbawa juga tengah dibangun di Bonto, Kabupaten Sumbawa. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026