Mataram (ANTARA) - Kepala Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Barat Rusdianto mengatakan, rencana memasok beras untuk kebutuhan warga miskin dari Provinsi Jawa Timur hingga saat ini belum terealisasi karena terkendala cuaca buruk.

  "Pasokan beras sebanyak 10.000 ton untuk cadangan beras keluarga miskin (raskin) dari Divre Bulog Jawa Timur (Jatim), seharusnya tiba beberapa waktu lalu, namun karena cuaca buruk, kapal tidak berani berlayar," katanya di Mataram, Selasa.

  Menurut dia, kondisi cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi sejak dua pekan terakhir, hampir terjadi di seluruh Indonesia.

  Namun, kondisi tersebut sudah berangsur-angsur normal, sehingga pasokan beras untuk jatah raskin pada Maret 2012 akan segera tiba pekan ini.

  Dengan kedatangan beras dari Jawa Timur tersebut, kata Rusdianto, akan menambah cadangan raskin menjadi 14.000 hingga pertengahan Februari 2012.

  Tambahan stok beras sebanyak 4.000 ton berasal dari pembelian hasil produksi petani di sejumlah kabupaten di NTB. Cadangan beras tersebut saat ini tersimpan di tiga gudang, masing-masing di gudang Bulog Kabupaten Sumbawa sebanyak 180 ton, Bima 3.000 ton dan Kabupaten Lombok Timur 700 ton.

  "Dengan adanya stok hasil pembelian ditambah pasokan dari Jatim, maka kita surplus cadangan karena kebutuhan raskin setiap bulan hanya 8.500 ton. Cadangan akan bertambah lagi karena pada Maret nanti sudah terjadi panen raya padi dan kita akan melakukan pengadaan besar-besaran," katanya.

  Ia mengatakan, upaya mendatangkan beras dari luar daerah untuk memenuhi ketersediaan cadangan beras di NTB, sudah mendapat persetujuan dari pusat dalam bentuk program "move" nasional (perpindahan stok).

  Program "move" nasional itu dilaksanakan setelah Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, menolak pasokan beras impor dari Vietnam yang diencanakan sebanyak 10 ribu ton, sejak pertengahan Desember 2011.

  Sebanyak 4.600 ton beras impor yang hendak dipasok ke wilayah NTB untuk tahap pertama pada 29 Desember 2011, namun dialihkan ke Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, karena adanya penolakan Gubernur NTB.

  "Pasokan raskin dari Jatim sebanyak 10 ribu ton itu akan didistribusikan ke Kota Mataram sebanyak 2.500 ton, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026