Kapal yang dinahkodai Sahid dengan jumlah anak buah kapal (ABK) sebanyak lima orang itu, ditemukan, Kamis, sekitar pukul 12.30 WITA, di utara perairan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara.
Staf Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Searc and Rescue (SAR) Mataram Putu Cakranegara, di Lombok Barat, Kamis malam, mengatakan, kapal bermuatan minyak yang berlayar dari Madura, Jawa Timur dengan tujuan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu saat ini sudah dievakuasi ke Teluk Nare, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.
"Kapal yang terkatung-katung di tengah laut selama tiga hari itu sudah dievakuasi menggunakan Kapal Rescue Boat (RB) 220 milik SAR Mataram. Nahkoda dan seluruh ABK dalam kondisi selamat," ujarnya.
Menurut dia, pihaknya mendapatkan laporan mengenai adanya kapal kayu yang mengalami mati mesin dari Basarnas di Jakarta.
Basarnas juga mendapatkan laporan mengenai adanya kapal yang mati mesin dan terkatung-katung di tengah laut selama tiga hari dari agen polisi federal Australia yang menerima aduan dari seseorang tidak dikenal.
Berbekal informasi itu, kata Cakranegara, Basarnas menghubungi SAR Mataram untuk segera melakukan pencarian dan penyelamatan.
"Basarnas tidak memberikan informasi yang jelas mengenai posisi kapal yang tidak memiliki navigasi itu. Baru sekitar pukul 09.30 WITA, salah seorang ABK, yakni Azis melaporkan dengan menggunakan radio ke petugas SAR Mataram yang 'stand by' di kapal RB 220," ujarnya.
Ia mengatakan, dari informasi yang disampaikan oleh ABK Kapal Ridho Ilahi tersebut, posisi kapalnya berada di sekitar tiga gugusan pulau. Pihaknya kemudian mengasumsikan ketiga gugusan pulau itu adalah tiga gili di wilayah Kabupaten Lombok Utara, yakni Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno.
Setelah mengetahui posisi kapal pada koordinat 08,15 derajat lintang selatan dan 116 derajat lintang timur, kata dia, pihaknya kemudian melakukan pencarian dan menemukan kapal sekitar pukul 12.30 WITA.
"Sebanyak 21 anggota tim SAR Mataram yang melakukan proses evakuasi kemudian menyerahkan kapal Ridho Ilahi kepada Kantor Pelabuhan Pemenang untuk ditangani lebih lanjut," katanya.
(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026