Mataram, 3/4 (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan kelancaran distirbusi dokumen Ujian Nasional tingkat sekolah lanjutan menengah atas, meskipun pencetakannya dilakukan di Pulau Jawa.
  "Saya punya keyakinan tinggi bahwa distribusi naskah soal dan lembar jawaban serta dokumen UN lainnya tidak terlambat sampai di kabupaten/kota," kata Kepala Disdikpora Provinsi NTB H Lalu Syafi'i, di Mataram, Selasa.
  Menurut dia, pihaknya sudah menyusun schedule atau jadwal pendistribusian seluruh dokumen UN ke 10 kabupaten/kota di NTB sampai sesuai rencana.
  Kabupaten/kota dimaksud adalah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima.
  Syafi'i mengatakan, pencetakan dokumen UN tingkat SMA/MA dan SMK dilakukan di Semarang, Jawa Tengah, sesuai dengan petunjuk dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  Perusahaan percetakan tersebut diyakini memiliki kualitas dalam hal pencetakan dokumen UN yang menjadi rahasia negara sehingga pihaknya tidak khawatir akan terjadi kesalahan dalam pencetakan.
  "Yang diantisipasi adalah jangan sampai naskah soal blank atau kosong dan buram. Jangan seperti pengalaman tahun sebelumnya di hari pertama UN, di amplop soal mata pelajaran Bahasa Indonesia, terisi soal mata pelajaran Fisika," ujarnya.
  Menurut dia, dokumen UN tersebut akan tiba di NTB pada 12 April 2012. Seluruh dokumen UN akan dikirim dari Semarang menggunakan jasa PT Pos Indonesia. Dalam proses pengirimannya ke NTB akan dikawal oleh aparat kepolisian.
  Setelah tiba di Kantor Pos Mataram, kata Syafi'i, dokumen UN kemudian dibawa ke polres di masing-masing kabupaten/kota untuk dilakukan pengecekan bersama aparat kepolisian, panitian UN daerah dan pengawas UN dari perguruan tinggi.
  Setelah dicek, baru didistribusikan ke masing-masing kabupaten/kota. Satu kabupaten/kota harus satu mobil meskipun hanya mengantar satu atau dua amplop berisi dokumen UN.
  "Tidak boleh digabung dengan dokumen UN untuk kabupaten/kota lainnya. Polisi juga akan mengawal dari polres sampai ke polsek," ujarnya.    
  Ketua Panitia UN Provinsi NTB Imhal mengatakan, dalam proses pendistribusian dokumen UN, pihaknya memprioritaskan kabupaten/kota yang lokasinya lebih jauh, seperti di Pulau Sumbawa.
  Proses pendistribusian akan dikawal ketat mulai dari setibanya di polres menuju polsek hingga ke Dinas Dikpora Kabupaten/kota dan pada hari pelaksanaan UN di masing-masing sekolah.
  Proses pengawalan dokumen UN dari polsek ke masing-masing sekolah dilakukan oleh polisi berpakaian sipil dengan tujuan agar tidak terkesan UN menyeramkan.
  "Kami minta kepada polisi yang mengawal agar nantinya berpakaian preman. Hal itu nanti kami komunikasikan dengan Polda NTB. Pertemuan mungkin akan digelar Senin (9/4)," katanya.
  Data Dinas Dikpora Provinsi NTB, tercatat jumlah peserta UN tingkat SMA/MA tahun pelajaran 2011/2012 sebanyak 44.533 orang, sedangkan tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK) sebanyak sebanyak 13.716 orang.
  Ujian nasional untuk tingkat SMA/MA/SMALB dan SMK akan berlangsung pada 16-19 April 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April.
  Hasil UN tingkat SMA/MA/SMALB dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012 (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026