Mataram, 23/5 (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH M Zainul Majdi, meluncurkan program koperasi modern atau koperasi yang didukung piranti komputer guna mengoperasikan aplikasi "online".

  Peluncuran koperasi modern NTB itu dilakukan saat pembukaan Festival Koperasi Internasional atau International Year of Cooperatives (IYC) Indonesia 2012, di Mataram, Rabu.

  IYC Indonesia 2012 yang akan berlangsung hingga 25 Mei itu dibuka oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarief Hasan, yang dihadiri lebih dari 500 orang undangan dari 33 provinsi di Indonesia.

  Implementasi program koperasi modern itu diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Gubernur NTB dengan tiga pengelola koperasi yang mewakili 26 koperasi sasaran pengembangan koperasi modern di 2012.

  Ketiga koperasi itu yakni Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Lombok Sejati, KSP Swastika dan Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Terpadu.

  Ketiga koperasi itu telah memenuhi kriteria koperasi aktif, memiliki tenaga operator komputer yang memadai, memiliki piranti komputer yang dapat mendukung aplikasi "online" dan memiliki jumlah anggota lebih dari 500 orang.

  Selanjutnya, penyerahan satu unit perangkat komputer dan uang pembinaan sebesar Rp1 juta untuk 26 pengelola koperasi yang diwakili tiga orang pengelola koperasi.

  Peluncuran koperasi modern itu merupakan bentuk kerja sama Pemprov NTB dengan PT Telkom Cabang Mataram.

  Kerja sama itu merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) Menteri Koperasi dan UKM dengan Direktur Utama PT Telkom, yang mencanangkan 100.000 koperasi modern di Indonesia sampai 2014.

  Sebanyak 26 unit koperasi yang menjadi sasaran pengembangan koperasi modern 2012 di wilayah NTB itu merupakan bagian dari 500 unit koperasi yang akan dikembangkan hingga 2014.

  Dalam konteks kerja sama itu,  PT Telkom menyediakan fasilitas "speedy" untuk mengakses jaringan internet di komputer koperasi modern itu, yang antara lain bermanfaat bagi anggota koperasi yang ingin mengetahui sisa hasil usaha (SHU) setiap tahun buku.

  Bahkan, dapat dimanfaatkan untuk transfer uang antarkoperasi atau dari manajemen koperasi kepada anggotanya. Setiap transaksi pengiriman uang melalui layanan internet pada koperasi modern itu, penerima uang hanya menunjukkan pesan singkat (SMS) yang diterima sudah dapat mengambil uang kiriman tersebut.

  Pada kesempatan itu, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi mengatakan, koperasi di NTB terus berkembang dan sejauh ini sudah memiliki 3.512 unit koperasi dengan jumlah anggota 628 ribu lebih, dengan total aset sebesar Rp1,14 triliun yang mengalami peningkatan sebesar 14 persen dibanding tahun sebelumnya. 

  "Total nilai usaha koperasi di wilayah NTB telah mencapai Rp1,8 triliun lebih, yang menggambarkan potensi yang menjanjikan, dan perkembangan yang berarti dalam membangun perekonomian masyarakat NTB," ujarnya.

  Zainul mengungkapkan bahwa NTB juga menerapkan program 2.000 koperasi berkualitas sejak 2008 dan pertengahan 2012 sudah lebih terealisasi.

  Pada 2010, Provinsi NTB dikukuhkan sebagai provinsi penggerak koperasi, sehingga berbagai pihak terkait makin termotivasi untuk mengembangkannya.  

  "Koperasi merupakan bentuk nyata kebersamaan untuk maju, hidup lebih baik. Untuk itu kiranya dukungan Kementerian Koperasi dan UKM untuk NTB akan terus berkelanjutan," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026