Akibat insiden tersebut, warga negara asing itu mengalami patah tulang pada sejumlah bagian tubuhnya.
"Insiden tersebut terjadi pada pagi tadi sekitar pukul 09.00 WITA. Kami tidak tahu pasti penyebabnya apa," kata Airport Duty Manager Bandara Ngurah Rai, Suhadi, saat dihubungi ANTARA melalui telepon selulernya.
Dia menduga Foroughin melakukan aksi nekat itu karena takut dideportasi dari Indonesia.
Ada dugaan lain bahwa yang bersangkutan ingin menetap di wilayah Pulau Dewata atau daerah lainnya di Tanah Air.
"Dugaan itu muncul karena berdasarkan informasi yang kami peroleh, warga asing itu masuk dalam daftar cekal (cegah tangkal)," ujarnya.
Suhadi tidak dapat memastikan rute penerbangan dan dalam kondisi pesawat seperti apa, insiden tersebut terjadi karena yang berwenang menangani peristiwa adalah pihak Imigrasi Bandara Ngurah Rai.
Berdasarkan keterangan dari tim kesehatan bandara, usai melakukan aksinya yang bersangkutan berpura-pura mengalami kejang sebagai bentuk upaya untuk meloloskan diri.
(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026