Mataram, 5/9 (ANTARA) - APBN 2012 yang teralokasi dalam dana dekonsentrasi, tugas pembantuan dan urusan bersama, serta pembiayaan untuk berbagai kantor pusat dan kantor daerah di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) bertambah sebesar Rp380 miliar lebih.

  "Tahun sebelumnya dianggarkan sebesar Rp5,59 triliun, tahun ini meningkat menjadi Rp5,97 triliun, atau ada penambahan sebesar Rp380 miliar rupiah lebih," kata Kabag Humas dan Protokoler Setda NTB Tri Budiprayitno, di Mataram, Rabu.

  Ia mengatakan, alokasi APBN 2012 untuk NTB itu, terdiri dari dana kantor pusat sebesar Rp2,04 triliun rupiah lebih, kantor daerah Rp2,73 triliun rupiah lebih, dana dekonsentrasi sebesar Rp457 miliar rupiah lebih.

  Sedangkan dana tugas pembantuan dialokasikan sebesar Rp515 miliar rupiah lebih, dan dana urusan bersama sebesar Rp221 miliar rupiah lebih.

  "Dengan demikian, bukan hanya APBD saja yang bertambah karena adanya peningkatan target pendapatan asli daerah, tetapi juga dukungan APBN untuk percepatan pembangunan daerah," ujar juru bicara Pemerintah Provinsi NTB itu.

  Menurut Tri, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, berharap terbangunnya keselarasan dan keterpaduan kewenangan dan pembiayaan pembangunan sektoral dan spasial di daerah serta sinergisitas pembiayaan pembangunan di daerah melalui APBN dan APBD.

  Hal itu akan memberikan daya dorong dalam mengakselerasi pembangunan daerah, sehingga laju pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, penyediaan infrastruktur, dan pelayanan kepada masyarakat di daerah dapat bergerak lebih dinamis.

  "Terbangunnya keselarasan dan keterpaduan kewenangan dan pembiayaan pembangunan sektoral dan spasial di daerah serta sinergisitas pembiayaan pembangunan di daerah melalui APBN dan APBD, akan memberikan daya dorong dalam mengakselerasi pembangunan daerah," ujarnya.

  Dengan demikian, lanjut Tri, laju pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, penyediaan infrastruktur, dan pelayanan kepada masyarakat di daerah NTB dapat bergerak lebih dinamis.  (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026