Mataram, 10/1 (ANTARA) - Banjir rob yang terjadi di dua lokasi di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni kawasan pesisir Badas, Kecamatan Badas, Kabupaten Sumbawa, dan pesisir Woro, Kecamatan Mada Pangga, Kabupaten Bima, pada Rabu (9/1) malam, mengakibatkan sedikitnya 115 unit rumah rusak berat, sedang dan ringan.

  "Data yang kami himpun, banjir rob di kedua lokasi itu mengakibatkan 30 unit rumah rusak berat, dan 85 unit rumah rusak sedang dan ringan," kata Kepala Bidang Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB Endang Khaerudin, di Mataram, Kamis.

  Ia mengatakan, penghuni rumah yang rusak berat untuk sementara mengungsi ke kediaman saudara atau familinya, sementara yang rusak sedang dan ringan masih bertahap sambil membenahinya.

  BPBD NTB telah mengirim bantuan tanggap darurat berupa makanan siap saji, pakaian dan peralatan dapur serta kebutuhan darurat lainnya.

  "Nilai bantuan yang kami salurkan untuk dua lokasi itu mencapai Rp186 juta, selain bantuan tenaga untuk membantu memperbaiki rumah warga yang rusak berat itu. Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir rob itu," ujarnya.

  Menurut Endang, perubahan cuaca beberapa bulan terakhir ini mengakibatkan bencana alam di hampir semua kabupaten/kota di wilayah NTB.

  Ia menyebut bencana banjir terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa dan Kabupaten Bima, serta Dompu, tanah longsor di Kabupaten Lombok Utara.

  Kota Bima dan Kota Mataram juga terjadi bencana banjir, meskipun hanya menggenangi rumah penduduk, dan tidak sampai rusak berat.

  "Berbagai bencana alam itu patut disikapi BPBD di masing-masing kabupaten/kota, terutama penanganan tanggap darurat. Kami dari provinsi juga akan memberi bantuan jika skalanya cukup besar," ujarnya.

  Ia berharap BPBD di berbagai kabupaten/kota juga mengoptimalkan stok bantuan tanggap darurat untuk korban bencana banjir dan bencana alam lainnya.

  Setiap kabupaten/kota dijatahkan beras bantuan tanggap darurat dari pemerintah provinsi sebanyak lima ton dan ditambah secara berkelanjutan jika stok itu kurang dari jumlah yang dijatahkan Kementerian Sosial yakni 100 ton untuk setiap kabupaten/kota/ setiap tahun.

  Pemprov NTB juga menyalurkan bantuan pangan lainnya seperti mie instan, minyak goreng dan "family kit" (peralatan dapur dan barang kebutuhan lainnya) yang dijatahkan untuk setiap kabupaten/kota secara berkala. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026