Disdag Mataram menata sejumlah pasar tradisional

id Pasar tradisional di Mataram,Pasar tradisional,Pasar di Mataram,Mataram,Disdag Mataram

Disdag Mataram menata sejumlah pasar tradisional

Ilustrasi: aktivitas pedagang cabai di Pasar Dasan Agung Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melakukan penataan sejumlah pasar tradisional di kota itu agar lebih nyaman, aman dan representatif untuk kegiatan transaksi jual-beli masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Uun Pujianto di Mataram, Senin, mengatakan sejumlah pasar tradisional yang ditata meliputi Pasar Sayang-Sayang, Dasan Agung, Mandalika dan Pasar Pagesangan.

"Untuk anggaranya masing-masing pasar sekitar Rp190 juta hingga Rp200 juta bersumber dari APBD Kota Mataram. InsyaAllah bulan Juni 2023, penataan kita mulai sebab proyek ini dikerjakan dengan penunjukan langsung (PL), tanpa lelang," katanya.

Menurutnya, kegiatan penataan sarana dan prasarana di masing-masing pasar tradisional disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Misalnya untuk Pasar Sayang-Sayang, dilakukan penataan pada pintu gerbang sebagai upaya peningkatan keamanan, toilet.dan pemasangan paving blok di areal parkir.

Begitu juga dengan di Pasar Dasan Agung dan Mandalika dilakukan penataan pada areal parkir dengan pemasangan paving blok, termasuk los pasar di Pasar Mandalika agar ketika terjadi hujan tidak becek.

"Sedangkan di Pasar Pagesangan, kita perbaiki bagian atap yang sudah rusak dan bocor. Selama ini banyak pedagang mengeluh apalagi saat musim hujan," katanya.

Lebih jauh Uun mengatakan untuk perbaikan pasar tradisional dengan skala besar tahun ini belum ada karena keterbatasan anggaran.

Hanya saja tahun ini, Disdag kembali mengusulkan bantuan untuk revitalisasi Pasar Cakranegara sebesar Rp15 miliar ke pemerintah pusat melalui dana tugas pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan RI.

"Kondisi Pasar Cakranegara saat ini sudah urgen untuk direvitalisasi karena kondisinya sudah kurang representatif," katanya.

Pada awal 2022, usulan bantuan anggaran revitalisasi Pasar Cakranegara sudah diajukan sebesar Rp12,5 miliar, akan tetapi masih diproses. Sementara, tahun 2023 terjadi perubahan satuan harga sehingga proposal bantuan kembali diusulkan dengan harga yang sudah disesuaikan sehingga menjadi Rp15 miliar.

"Proposal sudah kita ajukan dan kita akan terus perjuangkan sebab itu sudah menjadi janji pemerintah pusat untuk mendukung kegiatan revitalisasi Pasar Cakranegara," katanya.