Denpasar (Antara NTB) - PT XL Axiata Tbk (XL) operator telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia, melakukan penandatanganan dan penyerahan nota kesepahaman (MoU) dengan Easypay Indonesia, di Denpasar, Senin.
  Penandatanganan MoU di bidang Modern Channel tersebut dilakukan oleh Regional Sales Manager XL Zulyaden Hasibuan dan CEO Easypay Indonesia Erick Batoian.
  Easypay Indonesia adalah perusahaan solusi pembayaran yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan stabilitas kehidupan sehari-hari bagi masyarakat Indonesia, dengan memberikan keamanan dan kemudahan akses pembayaran dan pembelian yang bersifat online disini yang dimaksud adalah pulsa XL.
  Easypay Indonesia telah memiliki pengalaman luas dalam mengoperasikan terminal-terminal di  Indonesia, serta membuat sendiri "software" atau perangkat lunak sistem operasi yang mampu mendukung jaringan pembayaran hingga lebih dari 100.000 unit mesin pembayaran.
  Lebih dari 200 terminal "self-service kiosk" serta POS yang telah ditempatkan di lokasi "convenient stores" seperti Cocogroup, Nirmala, Ary's Micro, serta jaringan modern retail lainnya.
  Saat ini telah dapat melayani pembelian pulsa Operator Selular, TV berlangganan dan Internet, tiket pesawat, pembayaran online dan sejenisnya.
  General Manager Sales XL East 2 Dodyk Supriyono menyatakan, perjanjian kerja sama  ini adalah merupakan bagian dari komitmen XL dalam usahanya mewujudkan layanan yang dapat memuaskan pelanggan.
  Masyarakat akan dapat lebih mudah memperoleh pulsa XL, dan hal ini untuk memberikan kemudahan.
  "Tidak saja layanan tetapi untuk kualitas,  XL terus menerus melakukan perbaikan dan memperluas jaringan, sehingga semakin luas masyarakat dan pelanggan yang bisa menikmati layanan telekomunikasi  yang berkualitas dari XL," katanya.
  Dengan melayani lebih dari 13,26 juta pelanggan, saat ini jaringan XL di east region diperkuat dengan lebih dari 7000 BTS (Base Transceiver Station, 2G/3G), juga jaringan backbone fiber optic yang membentang di sepanjang pulau Jawa dan tersambung melalui jaringan kabel bawah laut ke Sumatera, Batam, Kalimantan dan Sulawesi. (*)

Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2026