"Kita harus tetap waspada. Kejadian-kejadian seperti itu tidak muncul secara kebetulan. Pancasila sudah harga mati, tidak ada lagi negosiasi,"Mataram (Antara NTB) - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi menegaskan Pancasila merupakan harga mati bagi kedaulatan bangsa sehingga tidak ada lagi kompromi menyusul munculnya gerakan yang berusaha merusak tatanan kehidupan berbangsa, bernegara, dan mengancam kedaulatan bangsa.
"Kita harus tetap waspada. Kejadian-kejadian seperti itu tidak muncul secara kebetulan. Pancasila sudah harga mati, tidak ada lagi negosiasi," tegas Zainul Majdi saat menerima Danrem 162 Wirabhakti, Kolonel Infantri Farid Makruf di Mataram, Kamis.
Kolonel Infantri Farid Makruf, bertugas di NTB menggantikan Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede yang dipromosikan ke Irdam IX Udayana, yang beberapa hari lalu telah dilakukan serah terima jabatan. Putra kelahiran Madura tersebut sebelumnya bertugas di Kasrem/ABW Pontianak.
Ia menyatakan saat ini cara-cara yang ditempuh semakin kreatif, yaitu dengan melibatkan diri beberapa industri kreatif anak muda. Selain itu, gubernur juga meminta TNI untuk bersama-sama memerangi narkoba, yang saat ini semakin mengancam masyarakat, terutama generasi muda.
Untuk itu, ia meminta semua pihak, terutama TNI untuk terus menanam dan mengembangkan nilai-nilai mulia daerah, karena hal-hal tersebut yang dapat menumbuhkan nilai nasionalisme masyarakat bagi bangsa dan negara.
Selain itu, Gubernur meminta komitmen TNI dalam mendukung program pembangunan di NTB, terutama hal-hal teknis yang menyangkut kedaulatan bangsa bagi warga negara.
"Saya yakin TNI sangat mampu melaksanakan tugas-tugas teknis terkait hal-hal kemasyarakatan. Selama ini, TNI sudah sangat peduli dengan pembangunan yang ada di NTB," katanya.
Gubernur menambahkan, beberapa program pembangunan yang telah dilaksanakan bersama-sama dengan TNI, seperti program mewujudkan ketahanan pangan nasional.
"Keterlibatan TNI dalam program itu mampu meningkatkan produksi padi setiap tahunnya," ucapnya.
Sementara, Kolonel Infantri Farid Makruf, mengaskan komitmennya mendukung semua agenda pembangunan telah diprogramkan pemerintah provinsi. Bagaimanapun, menurutnya TNI harus mampu memberikan keamanan kepada masyarakat.
"Selain mendukung program kesejahteraan masyarakat, kedaulatan bangsa adalah proritas," katanya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026