Cerita Ernest Prakasa buat film hitam-putih

id Ernest Prakasa,Film Hitam Putih,Film JESEDEF,Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film,Jesedef

Cerita Ernest Prakasa buat film hitam-putih

Ernest Prakasa (memegang mik) bersama jajaran pemain dan tim produksi film "JESEDEF" saat menghadiri acara penayangan perdana film ini di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/11/2023). (ANTARA/Vinny Shoffa Salma)

Jakarta (ANTARA) - Komika, sutradara, sekaligus produser Ernest Prakasa menceritakan pengalamannya membuat film dengan konsep hitam-putih bertajuk “Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film” atau “JESEDEF” yang menurutnya menarik dan memiliki tantangan tersendiri baginya.

“Terakhir kali buat (menonton) film hitam-putih itu 2016 untuk film ‘Siti’ dari Jogja, itu salah satu pengalaman yang membuat aku pede untuk ngerjain film ini karena aku ingat pengalaman nonton film (hitam-putih) di bioskop,” kata Ernest Prakasa saat ditemui dalam acara penayangan perdana film “Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film” atau “JESEDEF” di Jakarta, Jumat.

Dari pengalamannya menonton film hitam-putih sebelumnya, Ernest Prakasa pun berani mengambil tawaran film “JESEDEF” sebagai produser. Bahkan, film hitam-putih yang sempat ditontonnya saat itu meninggalkan kesan mendalam untuknya sehingga Ernest Prakasa ingin membuat film serupa dengan alur cerita yang tentunya berbeda.

“Ada rasa janggal ketika film dimulai dan tidak ada warnanya, tetapi, beberapa menit setelah kita sudah terikat dengan karakternya, dengan ceritanya, kita tidak ingat lagi bahwa film yang kita lihat tidak ada warnanya,” kata Ernest Prakasa.

Meski demikian, membuat film hitam-putih tidak semudah yang dibayangkannya. Mulai dari segi teknis, penceritaan, hingga biaya perlu dikerjakan dengan sungguh-sungguh agar hasil sinematografi film ini terlihat bagus.

“Secara komersial, pasti ada rasa berdebar-debar untuk mempertanggungjawabkannya,” kata dia.

Dia juga sempat mengkhawatirkan respons penonton yang menonton film “JESEDEF”. Film dengan konsep hitam-putih bukanlah sesuatu yang umum ditemukan di kancah perfilman Indonesia sehingga wajar bila Ernest khawatir jika penonton tidak menyukai filmnya.

Beruntung, saat penayangan perdana hari ini, film “JESEDEF” mendapatkan sambutan positif dari penonton. Ernest pun mengaku senang karena sejauh ini harapannya mendapat sambutan hangat dari penonton tercapai.

Baca juga: Dibalik lamanya produksi Film "Lafran"
Baca juga: Film dokumenter 'Ritus Kebangru'an' potret kepedulian budaya tradisi


“Ternyata (penonton) sangat rileks, sangat menikmati, ketawanya juga banyak. Jadi, beban aku benar-benar terangkat hari ini,” kata pria yang pernah menyutradarai film “Susah Sinyal” ini.

Dia menambahkan, “Kita pengen ngasih pengalaman yang pergi ke bioskop nontonnya film hitam-putih, tetapi (berkomentar) nonton filmnya seru".