"Kami menyadari sepenuhnya potensi di Gili Gede besar, makanya kami lakukan kajian"
Mataram (Antara NTB) - Perusahaan Listrik Negara Area Mataram, Nusa Tenggara Barat sedang mengkaji potensi bisnis di Gili Gede, Kabupaten Lombok Barat yang sedang berkembang, namun belum tersentuh jaringan listrik.

"Kami menyadari sepenuhnya potensi di Gili Gede besar, makanya kami lakukan kajian seperti apa pola pemasangan jaringan listrik yang bagus dan efisien, apakah lewat bawah laut atau udara," kata Asisten Manager PLN Area Mataram Ridwan Maulana, di Mataram, Selasa.

Saat ini, kata dia, sudah ada jaringan kabel bawah laut dari darat Sekotong menuju Gili Gede, namun masih menggunakan kabel tegangan rendah dan mengambil dari pelanggan PLN.

Ridwan mengaku belum mengetahui secara pasti apakah kabel bawah laut tersebut diperbolehkan atau tidak secara aturan. Sebab, PLN hanya bertanggungjawab di tingkat pelanggan akhir yang memiliki kilo Watt hours (kWh).

"Kalau kami dulu memasang kabel bawah laut ke tiga gili objek wisata di Kabupaten Lombok Utara, harus melalui proses perizinan hingga ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam," ujarnya.

Pemikiran memasang jaringan listrik ke Gili Gede, lanjut Ridwan, sudah menjadi perhatian pihaknya sejak lama. Bahkan, sudah pernah mengadakan pertemuan dengan kalangan DPRD Kabupaten Lombok Barat dan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Lombok Barat.

Namun untuk memasang jaringan listrik di wilayah kepulauan perlu perencanaan yang matang dan butuh anggaran yang memadai guna mendanai proses pengkajian hingga pelaksanaan pembangunan fisik.

"Kami tidak menutup mata dengan perkembangan di Gili Gede, terlebih di lokasi wisata itu sudah banyak investor bidang pariwisata yang masuk, sehingga potensial menjadi pelanggan kategori bisnis," ucapnya.

Menurut dia, pemasangan kwh listrik bagi pelanggan baru dengan kapasitas relatif besar di kawasan wisata, termasuk Gili Gede tidak menjadi masalah bagi PLN.

Sebab, kapasitas daya mampu sudah mencukupi dengan adanya sejumlah mesin pembangkit listrik yang baru yang terpasang di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang, di Desa Taman Ayu, Kabupaten Lombok Barat.

Selain dipasok dari dua unit mesin PLTU Jeranjang berkapasitas masing-masing 1 x 25 mega watt (MW), sistem kelistrikan Lombok juga sudah dipasok dari dua unit "Mobile Power Plant" (MPP) atau mesin pembangkit listrik bergerak masing-masing berkapasitas 1 x 25 MW).

"Dengan tambahan 50 MW dari MPP tersebut, daya terpasang saat ini mencapai 230-250 MW, dengan beban puncak sebesar 210-220 MW," kata Ridwan. (*)


Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026