Setelah kita kalkulasikan ada penambahan sebesar Rp193 miliar di APBD perubahanMataram (Antara NTB) - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami penambahan sebesar Rp193 miliar setelah dilakukan perubahan.
Wakil Ketua DPRD NTB H Mahaly Fikri di Mataram, Rabu, mengatakan di dalam APBD murni 2016 jumlahnya sebesar Rp3,576 triliun. Namun, setelah ada penambahan total APBD perubahan Provinsi NTB menjadi Rp3,769 triliun.
"Setelah kita kalkulasikan ada penambahan sebesar Rp193 miliar di APBD perubahan," katanya.
Mahaly menuturkan, penambahan APBD perubahan 2016 ini, diperoleh dari berbagai bersumber. Di antaranya dari pendapatan asli daerah (PAD), dana silpa dan sumber-sumber pendapatan lain yang sah.
"Itu saja yang saya ingat, karena jumlahnya cukup banyak. Nanti pada saat rapat paripurna Perda APBD perubahan 2016 publik bisa tahu sendiri," ujarnya.
Menurutnya, Kebijakan Umum Anggaran Serta Prioritas Pelafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD perubahan 2016 sudah di setujui eksekutif dan legislatif. Sehingga, pada 19 September Perda APBD perubahan 2016 sudah bisa diparipurnakan untuk bisa disahkan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB H Rosiady Sayuti yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), menjelaskan di dalam draf revisi KUA-PPAS APBD Perubahan tahun 2016 pihaknya memastikan anggaran untuk proyek-proyek besar tidak ada. Hal ini, menyusul pemotongan DAU senilai Rp161,89 miliar oleh pemerintah pusat.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setda NTB, H Supran mengatakan dalam APBD-P 2016 belanja dan pendapatan mengalami kenaikan. Hal ini tentunya kontras dengan pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp161 miliar.
Menurut Supran, jumlah belanja dalam APBD-P sebesar Rp3,9 triliun, sedangkan pendapatan mencapai Rp3,7 triliun.
Sementara APBD murni 2016 hanya Rp3,5 trilun, angka tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,3 triliun, , melalui dana perimbangan mencapai Rp1,5 triliun dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp626,3 miliar.
"Bertambahnya APBD-P karena ada Silpa Rp140 miliar, PAD kita juga naik Rp20 miliar dan lain-lain," kata Supran. (*)
Pewarta :
Editor:
Nur Imansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026