Mataram, 8/6 (ANTARA) - Gunung Barujari (2.376 meter di atas permukaan laut/mdpl) yang merupakan anak Gunung Rinjani (3.726 meter dpl) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga kini masih berstatus waspada (level II).

   Karena itu pendakian ke  puncak atau Danau Segara Anak di Gunung Rinjani dinyatakan masih tertutup, kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB Ir. Heryadi Rachmat didampingi Kepala Seksi Mitigasi Bencana, Ir. Kun Dwi Santoso di Mataram, Senin.

  Ia mengataka hingga kini masih terjadi letusan dan gempa letusan, gempa hembusan dan gempa vulkanik.

Menurut data pada 5 Mei 2009 pukul 00:00 - 06:00 Wita  terjadi  17 kali gempa Letusan dengan amplituda maksimum 2 - 11 mm dan lama gempa 20 - 205 detik, 10 kali gempa hembusan dengan amplituda maksimum 1 - 2 mm dan lama gempa 22 - 55 detik.

  Pada 5 Mei 2009 pukul 00:00 - 06:00 WITA itu juga gunung tertutup kabut.

   Pada 4 Mei 2009 pukul 00:00 - 06:00 Wita terjadi 27 kali gempa letusan dengan amplituda maksimum 2 - 15 mm dan lama gempa 10 - 150 detik, serta 10 kali gempa tremor dengan amplituda maksimum 2 - 5 mm dan lama gempa 5 - 75 detik.

   Selain itu terjadi satu kali gempa low frekuensi (LF) dengan amplituda 10 mm dan lama gempa 130 detik. Kemudian 1 kali gempa hembusan dengan amplituda maksimum 5 mm dan lama gempa 50 detik, 1 kali gempa terasa II Modified Merchally Interncity (MMI), pukul 05:20 Wita dengan amplituda maksimum 65 mm dan lama gempa 175 detik.

   Selanjutnya pada pukul 06:00 - 12:00 Wita terjadi 17 kali gempa letusan dengan amplituda maksimum 2 - 9 mm dan lama gempa 35 - 110 detik, kemudian pada pukul 12:00 - 18:00 Wita 23 kali gempa letusan dengan amplituda maksimum 2 - 16 mm dan lama gempa 10 - 180 detik.

   Gempa tremor harmonik terjadi satu kali dengan amplituda maksimum 10 mm dan lama gempa 50 detik, kemudian 1 kali gempa tektonik jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 16 mm dan lama gempa 180 detik dan pukul 18.00 - 24.00 Wita, 18 kali gempa letusan dengan amplituda maksimum 4 - 10 mm dan lama gempa 44 - 132 detik.

   Enam  kali gempa hembusan dengan amplituda maksimum 1 - 1,5 mm dan lama gempa 25 - 26 detik. Pukul 18:40:43 Wita terjadi gempa terasa II MMI dan pada pukul 18:52.00 Wita terjadi gempa terasa II MMI.

   Dalam kaitan itu, kata Heryadi,  daerah yang berpotensi terancam jatuhan abu dan material lontaran batu pijar Gunung  Rinjani terletak di dalam kaldera, jatuhan abu juga dapat tersebar di sekeliling Gunung Rinjani tergantung pada arah angin.

Apabila letusannya membesar ancaman bahaya akan terjadi di bagian utara Gunung Rinjani, terutama di daerah aliran Sungai Kokok Putih yang berhulu di area bukaan kawah dan apabila terjadi limpahan air Danau Segara Anak, akibat letusan, maka dapat menyebabkan banjir bandang di Sungai Kokok Putih.

Dalam status waspada maka masyarakat/wisatawan diimbau untuk tidak melakukan pendakian ke puncak dan Danau Segara Anak di Gunung Rinjani dan masyarakat di sekitar gunung tersebut  diharap tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak jelas tentang letusan Rinjani dan selalu mengikuti arahan dari Satlak PB dan Satkorlak PB setempat.

   Selain itu yang perlu diwaspadai apabila terjadi letusan di dalam Kaldera Rinjani adalah aliran S. Kokok Putih, karena sungai tersebut merupakan satu-satunya pelimpahan air dari Danau Segara Anak. Oleh sebab itu masyarakat yang bermukim di sekitar aliran ini perlu lebih waspada terhadap kemungkinan banjir bandang.

Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Tim Tanggap Darurat yang telah berada di lapangan (Pos Pengamatan G. Rinjani di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur)  atau dengan  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.(*)





Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026