Staf Khusus Menko Kesra Lalu Mara Satriawangsa mengemukakan hal itu di Mataram, Senin, usai menyerahkan tujuh unit kendaraan operasional penanganan bencana dan penyakit menular kepada Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat dan Kabupaten Bima.
Tujuh unit kendaraan operasional penanganan bencana dan penyakit menular itu merupakan bantuan Menko Kesra.
Satriawangsa mengatakan, di penghujung tahun 2008 bidang terkait Kementerian Koordinator Kesra melakukan survei kasus HIV/AIDS di berbagai daerah di Indonesia.
Hasil survei menyatakan, NTB termasuk lima besar peningkatan kasus secara signifikan sehingga patut mendapat perhatian serius secara nasional.
"Sejujurnya sebagai anak daerah saya merasa malu karena NTB yang dikenal dengan daerah agamis dan berpredikat pulau seribu masjid tetapi terjadi peningkatan kasus HIV/AIDS secara signifikan," ujarnya.
Hasil survei itu, tambah Satriawangsa, juga menggambarkan bahwa penyebaran virus HIV/AIDS itu bukan hanya didominasi oleh aspek hubungan seksual secara bebas, tetapi juga akibat penggunaan jarum suntik dalam kasus narkoba.
Sekitar 20 persen media penyebaran HIV/AIDS di NTB karena hubungan seksual secara bebas, prosentase penggunaan jarum suntik dalam kasus narkoba ditengarai lebih tinggi.
"Ini tugas berat Pak Gubernur (KH. Zainul Majdi) yang berasal dari kalangan ulama, minimal ada upaya pencegahan yang lebih substansial agar dapat meredam laju pertambahan kasus HIV/AIDS itu," ujarnya.
Mengenai dukungan pusat, ia mengatakan, Kantor Menko Kesra merencanakan alokasi kendaraan operasional penyuluhan dan penanganan pasien HIV/AIDS untuk NTB dalam tahun anggaran 2009.
Satriawangsa berharap upaya Pemerintah Provinsi NTB membuat peraturan daerah (Perda) pencegahan HIV/AIDS mendapat dukungan dari semua komponen masyarakat.
Versi KPAD NTB, kasus HIV/AIDS di wilayah NTB dalam tiga tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan hingga mencapai 201 kasus sampai Agustus 2008.
Pengidap HIV di tahun 2006 sebanyak 15 orang dan AIDS sebanyak 36 orang, meningkat menjadi 21 orang pengidap HIV dan 57 orang AIDS di tahun 2007.
Di tahun 2008, pengidap HIV terdata sebanyak 15 orang dan pengidap AIDS bertambah menjadi 72 orang, termasuk enam orang yang semula hanya terindikasi mengidap HIV.
Kini pengidap HIV telah mencapai 129 orang dan AIDS 72 orang sehingga total pengidap HIV/AIDS sebanyak 201 orang, sebanyak 142 orang (71 persen) berjenis kelamin laki-laki dan 59 orang (29 persen) perempuan.
Dari 72 orang pengidap AIDS itu, sebanyak 42 orang di antaranya sudah meninggal dunia, sisanya 30 orang sedang sekarat.
Pengidap HIV/AIDS terbanyak berdomisili di Kota Mataram, ibukota Provinsi NTB yakni sebanyak 98 orang, kemudian Kabupaten Lombok Timur 35 orang, Sumbawa Barat 22 orang, Lombok Barat 21 orang, Lombok Tengah 16 orang, Sumbawa empat orang, Dompu tiga orang, Kabupaten Bima dan Kota Bima masing-masing satu orang.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026