NTB Contoh Terbaik Bagi Dunia Islam Moderat

id ISLAM DI NTB

Mataram (Antara NTB) - Wakil Ketua Alumni Al-Azhar Internasional yang juga mantan Menteri Waqaf Mesir, Prof Dr Muhammad Abdul Fadhiel El-Qoushi menyatakan kekagumannya sekaligus menyerukan ummat Islam dunia untuk mencontoh kehidupan toleransi kehidupan beragama di Nusa Tenggara Barat.

"Contoh di NTB ini, kami kehilangan di Arab," kata Muhammad Abdul Fadhiel El-Qoushi saat pembukaan Multaqa Nasional Alumni Mesir di Ballroom Islamic Center Provinsi NTB di kota Mataram, Rabu.

Ia menilai potret kehidupan umat Islam di NTB, sebagai cerminan Islam di Indonesia yang penuh dengan moderasi dan toleransi serta mengedepankan nilai-nilai kebersamaan menjadi contoh terbaik bagi kehidupan beragama di dunia.

Tatanan kehidupan umat Islam di Bumi Seribu Masjid ini sekaligus dapat meluruskan persepsi tentang Islam yang selama ini disalahpahami oleh banyak kalangan. Padahal, Islam yang selalu hidup rukun dan saling tolong menolong dengan umat agama lain, seperti di NTB ini begitu dirindukan oleh umat-umat di dunia, bahkan di Arab.

Menurutnya, Islam itu bukan potongan potongan tubuh manusia yang terlempar akibat bom bunuh diri. Islam itu bukanlah kehidupan yang saling membenci atau saling menjauhkan diri dengan umat lain. Namun, Islam itu adalah saling berkontribusi, saling membangun hidup dan saling memberi kemanfaatan dalam kedamaian dengan suluruh umat beragama. Seperti yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW saat membangun Kota Madinah.

Hanya saja, ia masih merasa heran kenapa toleransi yang baik di Indonesia atau di NTB ini belum ditularkan di seluruh belahan dunia. Karena menurutnya, umat Islam di seluruh dunia merindukan kehidupan umat beragama yang damai dan penuh toleransi seperti di NTB.

"Saat ini yang dibutuhkan umat Islam itu bukanlah wacana atau apa yang tertulis di buku-buku atau di kertas-kertas. Namun yang paling dibutuhkan adalah pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Sementara, Gubernur NTB, Dr TGH Muhammad Zainul Majdi menegaskan bahwa Islam di NTB itu bukanlah sekedar wacana atau sekadar teori yang tidak diterapkan dalam kehidupan nyata. Hal ini ditegaskannya dengan dibukanya segmen baru Pariwisata di NTB, yakni wisata halal atau muslim friendly tourism.

Melalui segmen ini, disamping menambah segmen pariwisata yang ada juga untuk menunjukkan bahwa ada bagian-bagian dalam Islam itu yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi.

"Itu menunjukkan bahwa ajaran ajaran Islam itu membawa kebaikan di dalam tataran dunia nyata," tandasnya. (*)
Editor: Nur Imansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar