Mataram, 15/6 (ANTARA) - Sebanyak 1.817 orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak lulus pada ujian nasional (UN) tahun 2008/2009, sehingga terpaksa mengulang satu tahun dan mengikuti UN tahun 2009/2010.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) NTB, H. Lalu Hijran kepada wartawan di Mataram, Senin mengatakan, jumlah perseta UN tahun 2008/2009 untuk SMK tercatat 7.674 orang, yang tidak lulus 1.817 orang atau 76,32 persentase kelulusan.
"Kalau dibandingkan dengan hasil UN tahun 2007/2008 sebesar 80,57 persen, persentase kelulusan SMK tahun 2008/2009 di NTB turun cukup signifikan mencapai 4,25 persen. Kami belum mengetahui secara pasti penyebab menurunnya tingkat kelulusan SMK tersebut," katanya.
Namun, katanya, penurunan tersebut mungkin disebabkan ada hal baru yang dihadapi siswa pada UN sekarang terutama mengengai standar kelulusan yang sebelumnya 5,25 naik menjadi 5,50 dan tidak menutup kemungkinan persiapan para siswa menghadapi UN tidak maksimal.
Menurut dia, yang menjadi persoalan bagi para siswa SMK yang tidak lulus pada UN tahun 2008/2009, harus mengulang selama satu tahun dan mengikuti ujian lagi pada UN tahun 2009/2010.
Ia mengatakan, pada UN tahun 2008/2009 persentase kelulusan tertinggi diraih Kabupaten Lombok Tengah, yakni mencapai 94,80 persen, dari 846 peserta yang lulus 802 orang, yang tidak lulus hanya 44 orang, disusul Lombok Barat dengan persentase 85,54 persen, dari 1.051 orang perserta yang lulus 899 orang dan tidak lulus 152 orang.
Posisi ketiga Kabupaten Bima dengan persentase 83,40 persen atau dari 488 peserta yang lulus 407 orang dan tidak lulus hanya 81 orang, kemudian Lombok Timur dengan persentase 82,71 persen atau dari 1.105 orang yang lulus 914 orang dan tidak lulus 191 orang.
Selanjutnya Kabupaten Sumbawa dengan persentase kelulusan 78,89 persen, dari 867 peserta yang lulus 684 orang dan tidak lulus 183 orang, kemudian Kabupaten Sumbawa Barat persentase kelulusan 77,78 persen dari 153 peserta yang lulus 119 orang dan tidak lulus 34 orang.
Di Kota Bima persentase kelulusan 74,49 persen dari 878 peserta yang lulus 654 orang dan tidak lulus 224 orang, Kota Mataram tercatat 65,21 persen dari 1.785 peserta yang lulus 1.164 orang dan tidak lulus 621 orang.
Kabupaten yang terendah persentase kelulusan untuk SMK adalah Kabupaten Dompu dengan persentase 42,71 persen atau dari 501 peserta yang lulus hanya 214 orang dan tidak lulus 287 orang.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026