Hiswana Migas salurkan dana rekonstruksi NTB pascagempa

id Gempa Lombok,Hiswana Migas

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hiswana Migas Dr. Eri Purnomohadi (kiri dua), menyerahkan bantuan dana sebesar Rp1,57 miliar kepada Ketua Tim Peduli Lombok Hiswana Migas, Rachmad Hidayat (kanan dua), didampingi Ketua DPC Hiswana Migas Nusa Tenggara Barat, Komang Gandi (kanan), di Mataram, NTB, Sabtu (8/9). (Foto Antaranews NTB/Awaludin)

Kami tetap membuka rekening tabungan untuk menampung dana bantuan
Mataram (Antaranews NTB) - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) menyalurkan dana bantuan senilai Rp1,57 miliar untuk merekonstruksi rumah ibadah yang rusak serta membangun fasilitas sosial dan umum pascagempa di Nusa Tenggara Barat.

Bantuan dana tersebut diserahkan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hiswana Migas Dr. Eri Purnomohadi, kepada Ketua Tim Peduli Lombok Hiswana Migas, Rachmad Hidayat didampingi Ketua DPC Hiswana Migas NTB, Komang Gandi di Mataram, Sabtu.

Dalam kesempatan itu, jajaran Hiswana Migas juga menyerahkan dana santunan kepada para karyawan stasiun pengisian bahan bakar umum yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara.

"Bantuan tersebut merupakan inisiasi dari seluruh pengurus Hiswana Migas se-Indonesia. Mudah-mudahan bantuan tersebut bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang mengalami musibah di NTB," kata Eri.

Ia menerangkan sebagian besar dana bantuan akan diarahkan untuk memperbaiki rumah ibadah di seluruh kabupaten/kota yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan di atas 6 hingga 7 Skala Richter yang terjadi sejak 29 Juli hingga Agustus.

Eri menambahkan alokasi dana bantuan juga untuk pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang sangat dibutuhkan oleh warga terdampak gempa.

Penyaluran bantuan ke daerah-daerah terdampak gempa dilakukan oleh Tim Peduli Lombok Hiswana Migas, yang juga beranggotakan pengurus DPC Hiswana Migas NTB.

Ketua Tim Peduli Lombok Hiswana Migas, Rachmad Hidayat mengatakan penghimpunan bantuan dari seluruh pengusaha minyak dan gas se-Indonesia terus dilakukan hingga kondisi NTB pulih kembali.

"Kami tetap membuka rekening tabungan untuk menampung dana bantuan. Mungkin ada rekan-rekan dari berbagai daerah yang ingin menambah jumlah bantuan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Hiswana Migas NTB, Komang Gandi menambahkan pihaknya akan memetakan lokasi-lokasi yang terdampak gempa bumi dan membutuhkan fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Ia menyebutkan tempat-tempat ibadah yang rusak dan butuh perbaikan, seperti masjid, pura, vihara. Dan kalau ada gereja yang rusak juga akan diperbaiki menggunakan dana bantuan dari Hiswana Migas.

"Kami akan bahas seperti apa teknisnya agar bantuan dana yang ada bisa mencukupi untuk semua kabupaten/kota terdampak," katanya.

Berdasarkan data Aksi Cepat Tanggap (ACT) hingga 27 Agustus, rentetan gempa bumi berkekuatan di atas 6 hingga 7 Skala Richter yang terjadi sejak 29 Juli hingga 19 Agustus, menyebabkan sebanyak 564 orang meninggal dunia.

Bencana alam tersebut juga menyebabkan sebanyak 390.529 orang mengungsi. Selain itu, sebanyak 77.976 rumah dan puluhan tempat ibadah serta sekolah rusak berat. Kerugian diperkirakan mencapai Rp7,7 triliun. (*)
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar