Sebanyak 361 calon haji di Mataram sudah istitaah

id Dinas Kesehatan,haji,istitaah,haji mataram

Sebanyak 361 calon haji di Mataram sudah istitaah

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Emirald Isfihan. ANTARA/Nirkomala.

Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mencatat sekitar 361 orang atau 50 persen dari 723 calon haji asal Kota Mataram sudah mendapatkan keterangan istitaah kesehatan haji.

"Sementara sisanya masih dalam proses, dan petugas kami tetap memberikan pendampingan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Emirald Isfihan di Mataram, Kamis.

Dikatakan, untuk proses pemeriksaan kesehatan haji di tingkat puskesmas, sudah 100 persen selesai. Hanya saja, dari 723 calon haji yang sudah memeriksa kesehatan baru 50 persen mendapat surat istitaah kesehatan.

Baca juga: Mataram dapat 240 kuota cadangan haji di 2025

Dari jumlah itu, sekitar 20-30 persen jamaah masuk kategori risiko tinggi dalam arti risiko kesehatan untuk melaksanakan ibadah haji, bukan risiko untuk tidak istitaah.

"Jamaah masuk kategori risiko tinggi antara lain karena faktor usia, memiliki penyakit penyerta metabolik, jantung, stroke, hipertensi, diabetes, dan lainnya," katanya.

Karena itu, jamaah calon haji yang hasil pemeriksaan kesehatan ada indikasi risiko tinggi sehingga berpotensi untuk tidak istitaah, sudah diberikan waktu untuk melakukan pemeriksaan alternatif sebagai pembanding.

Misalnya, hasil pemeriksaan kesehatan pada rumah sakit A dinilai tidak sesuai dengan kondisi kesehatan jamaah, mereka bisa melakukan pemeriksaan uang ke rumah sakit yang berbeda.

"Jamaah terus kami dampingi, hingga mereka bisa istitaah," katanya.

Baca juga: Pelunasan Bipih gelombang pertama di Mataram hingga 14 Maret

Pada prinsipnya, kata Emirald, Dinas Kesehatan Kota Mataram berkomitmen bagaimana agar semua jamaah haji asal Kota Mataram bisa 100 persen mendapatkan istitaah kesehatan haji.

Komitmen itu, bertujuan untuk membantu kebutuhan dan kepentingan dasar calon haji, sebab tanpa adanya istitaah kesehatan calon haji tidak bisa membayar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Bipih).

Sementara, jamaah sudah menunggu puluhan tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci, dan hal itu menjadi sesuatu yang di mimpi-mimpikan semua jamaah.

"Karena itulah, kami berusaha bagaimana memberikan pendampingan kesehatan agar mereka bisa lolos istitaah," katanya.

Baca juga: Besaran biaya haji dari Embarkasi Lombok 2025 sebesar Rp56.764.801

Kecuali jika ada jamaah yang benar-benar tidak bisa lolos, misal karena kelumpuhan, tidak ada pendamping, sehingga tidak bisa melakukan berbagai aktivitas secara mandiri.

Tahun lalu, ada jamaah yang juga mengalami kendala tersebut, namun dia memiliki pendamping dan tim Dinkes aktif mendampingi dan diajarkan melakukan aktivitas inti mandiri.

"Alhamdulillah, setelah dinyatakan mampu, jamaah tersebut berhasil lolos istitaah," katanya.*

Baca juga: Penarikan setoran nomor porsi haji di Mataram masih terjadi
Baca juga: Sebanyak 461 jamaah calon haji Mataram sudah serahkan paspor
Baca juga: Sebanhyak 85 persen calon haji di Mataram sudah istitaah