Mataram, 22/8 (ANTARA) - Memasuki bulan suci Ramadhan terutama pada hari pertama puasa harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) melonjak cukup tajam, dari Rp20.000 menjadi Rp32.000 per kilogram.

   Seorang warga Mataram,  Ny. Maryana   di Mataram, Sabtu mengatakan, kenaikan harga daging ayam tersebut merupakan yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir ini, selama ini kalaupun harganya naik paling tinggi, Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram.

   Dia mengatakan, kenaikan harga daging ayam tersebut terlalu tinggi,  namun tidak ada pilihan lain karena dibutuhkan untuk berbuka puasa dan makan sahur terpaksa dibeli.

   Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga daging ayam potong yang cukup tinggi itu disebabkan meningkatnya permintaan memasuki bulan suci Ramadhan dan ini biasa terjadi setiap menghadapi puasa.

   "Namun kenaikan harga daging ayam potong sekarang ini jauh lebih tinggi dibandingkan pada bulan ramadahan tahun sebelumnya," katanya.

   Selain daging ayam potong, harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Mataram  juga naik cukup tinggi mencapai Rp70.000 per kilogram yang sebelumnya Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram. 

Sehubungan dengan tingginya harga barang kebutuhan terutama daging sapi dan ayam potong, pemerintah diharapkan

mencari solusi terbaik agar harga kebutuhan tersebut tidak semakin melonjak melampaui daya beli masyarakat.

   Konsumsi daging sapi maupun ayam umumnya meningkat ketika memasuki bulan suci Ramadhan, ini merupakan salah satu penyebab melonjaknya harga barang tersebut.(*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026